Kantor berita pemerintah Turki, Anadolu menyatakan seperti dilansir Reuters, Rabu (20/4/2016), penangkapan itu dilakukan dalam operasi di provinsi-provinsi Osmaniye, Adana, Mersin dan Isparta yang berada di wilayah Turki selatan. Mereka yang ditahan termasuk guru-guru dan pengusaha.
Penangkapan hari ini dilakukan beberapa hari setelah kepolisian menangkap sekitar 100 orang atas dugaan mendanai gerakan Gulen. Mereka yang ditangkap itu termasuk para eksekutif sebuah perusahaan konstruksi terkemuka Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengadilan Turki, pada Desember 2014 lalu, mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Gulen atas tuduhan mengepalai sebuah kelompok kriminal. Gulen telah mengasingkan diri ke AS sejak tahun 1999.
Semula, Erdogan dan Gulen adalah sekutu. Namun hal itu berubah sejak polisi dan jaksa yang bersimpati kepada Gulen, membuka penyelidikan atas dugaan korupsi di kalangan orang-orang dalam Erdogan pada tahun 2013. Ribuan polisi, jaksa dan hakim pun kemudian dipecat atau dimutasi atas dugaan keterlibatan dengan Gulen.
Otoritas Turki telah menyita dan menutup outlet-outlet media oposisi yang terkait dengan gerakan Gulen, serta menargetkan sejumlah perusahaan yang dikelola para pengikutnya.
(ita/ita)











































