Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Senin (18/4/2016), juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Peter Lerner menyebut terowongan bawah tanah ini membentang dari Jalur Gaza dan masuk beberapa ratus meter ke dalam wilayah Israel.
"Kami telah menetralisir terowongan di dalam wilayah Israel, mengubahnya agar tidak bisa digunakan untuk penyusupan oleh teroris Hamas," terang Lerner dalam panggilan konferensi dengan jurnalis asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penjelasannya, Lerner menyatakan terowongan itu merupakan yang pertama ditemukan di dalam wilayah Israel, sejak konflik Israel-Hamas berakhir 2 tahun lalu. Dalam konflik selama 7 minggu itu, Hamas memanfaatkan terowongan bawah tanah untuk menyusup ke wilayah Israel sebanyak empat kali dan menewaskan 12 tentara Israel.
Saat itu, Israel mengklaim berhasil menghancurkan 32 terowongan bawah tanah. Israel juga menyebut pihaknya mengembangkan teknologi untuk menangkal upaya Hamas membangun kembali jaringannya.
"Ini adalah terowongan baru. Panjangnya beberapa ratus meter. Kami menemukannya dekat dengan area perbatasan," sebut Lerner mengenai temuan terowongan baru yang disebut dibangun oleh Hamas itu.
"Kami tidak bisa menjelaskan secara spesifik teknologi yang digunakan (yang berujung temuan terowongan itu). Tapi bisa saya katakan ini kombinasi antara teknologi, intelijen, kemampuan teknik juga dengan bantuan tentara di lapangan," tandasnya.
(nvc/ita)











































