Gempa 7,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Ekuador tersebut merupakan gempa paling dahsyat di negeri itu dalam puluhan tahun terakhir. Lebih dari 2 ribu orang terluka akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (16/4) malam waktu setempat tersebut.
"Masih ada banyak jasad di bawah puing-puing," tutur Correa yang berkunjung ke zona bencana pada Minggu, 17 April usai mempersingkat kunjungan resminya ke Vatikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara kota-kota yang paling parah dihantam gempa adalah Pedernales. Walikota Gabriel Alcivar memperkirakan ada sekitar 400 orang korban jiwa yang masih harus dikonfirmasi di kota tersebut, kebanyakan terkubur di bawah puing-puing sejumlah hotel yang ambruk.
"Pedernales hancur. Gedung-gedung telah ambruk, khususnya hotel-hotel tempat banyak turis menginap. Ada banyak jasad," ujar Alvicar kepada media lokal.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS menyatakan, sejak tahun 1900, Ekuador telah diguncang tujuh kali gempa berkekuatan 7 SR atau lebih tinggi di wilayah gempa 7,8 SR yang terjadi pada Sabtu, 16 April tersebut. Salah satu gempa tersebut yang terjadi pada Maret 1987, menewaskan sekitar 1.000 orang. (ita/ita)











































