Menurut kantor berita pemerintah Turki, Anadolu seperti dilansir Reuters, Senin (18/4/2016), operasi kepolisian itu dilakukan di sembilan provinsi, dan sejauh ini 88 orang telah ditahan. Kejaksaan sendiri telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap 140 orang terkait penyelidikan trsebut.
Disebutkan Anadolu, di antara mereka yang ditangkap adalah para eksekutif dan pegawai Bank Asya, yang didirikan oleh para pengikut Gulen dan disita pemerintah tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erdogan menuding Gullen yang kini tinggal di Amerika Serikat, berkonspirasi untuk menggulingkan pemerintahannya dengan jaringan pendukung di kehakiman, kepolisian dan media. Gulen yang sejumlah pengikutnya mengelola sekolah-sekolah dan aktif di bidang media, membantah tuduhan tersebut.
Pengadilan Turki, pada Desember 2014 lalu, mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Gulen atas tuduhan mengepalai sebuah kelompok kriminal. Gulen telah mengasingkan diri ke AS sejak tahun 1999.
Semula, Erdogan dan Gulen adalah sekutu. Namun hal itu berubah sejak polisi dan jaksa yang bersimpati kepada Gulen, membuka penyelidikan atas dugaan korupsi di kalangan orang-orang dalam Erdogan pada tahun 2013. Ribuan polisi, jaksa dan hakim pun kemudian dipecat atau dimutasi atas dugaan keterlibatan dengan Gulen.
Otoritas Turki telah menyita dan menutup outlet-outlet media oposisi yang terkait dengan gerakan Gulen, serta menargetkan sejumlah perusahaan yang dikelola para pengikutnya.
(ita/ita)










































