Disampaikan anggota keluarga warga Kanada ini, seperti dilansir Reuters, Senin (18/4/2016), wanita Kanada bernama Jennifer Mawn (38) dan putranya, Arthur, yang masih berusia 12 tahun tewas saat gempa melanda wilayah pantai Ekuador pada Sabtu (16/4) malam.
Pascal Laflame, suami Jennifer, dan putrinya Laurie-Ann (14) berhasil selamat. Informasi ini disampaikan oleh paman Pascal, Guy Laflamme, dalam wawancara via telepon dengan Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dituturkan Guy, keponakannya Pascal berasal dari Montreal, Kanada, namun bekerja untuk pengembang properti di Bahia de Caraquez, yang berjarak 150 kilometer sebelah barat daya ibukota Quito, Ekuador. Pascal sudah berteriak, "Keluar!" kepada keluarganya ketika gempa terjadi, namun sayangnya tidak seluruh anggota keluarga berhasil keluar dengan cepat.
"Dan atap rumah mereka ambruk. Anaknya tewas dan istrinya tertimpa reruntuhan," terang Guy menceritakan insiden yang dialami keponakannya.
Kepada ayahnya di Kanada, Pascal telah memberitahu dirinya dan putrinya mengungsi dengan seorang rekannya menjauh dari area pantai. Sejak menghubungi ayahnya, belum ada kabar terbaru dari Pascal di Ekuador.
Baca juga: Ini Analisis BMKG Soal Gempa Ekuador 7,8 SR yang Berdampak Dahsyat
Ayah Pascal, Real, kini tengah dalam keadaan shock dan menolak diwawancarai media. Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Kanada Stephane Dion membenarkan ada dua warga Kanada yang tewas dalam gempa bumi di Ekuador.
Menurut penghitungan terbaru pemerintah Ekuador pada Minggu (17/4) malam, jumlah korban tewas kini mencapai 262 orang dan korban luka-luka mencapai sekitar 2.500 orang. Wilayah pantai Ekuador, khususnya kawasan wisata Pedernales, menjadi wilayah terdampak gempa paling parah karena terletak dekat pusat gempa. Rumah-rumah pantai di kawasan tersebut menjadi puing-puing usai gempa melanda.
Puing gempa Ekuador (REUTERS/Guillermo Granja) |
(nvc/nrl)












































Puing gempa Ekuador (REUTERS/Guillermo Granja)