Pertama dalam 70 Tahun, Sekjen PBB Akan Dipilih dalam Sidang Terbuka

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 13 Apr 2016 14:24 WIB
Ilustrasi (REUTERS/Shamil Zhumatov)
New York - Untuk pertama kalinya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB akan dipilih melalui sidang terbuka. Para kandidat Sekjen PBB akan menjawab pertanyaan seputar isu-isu global, mulai dari perubahan iklim hingga konflik Timur Tengah.

Selama 70 tahun sejak berdiri pada 1945 silam, pemilihan Sekjen PBB selalu digelar tertutup dan rahasia. Tahun ini, PBB menggelar sidang umum selama tiga hari, 12-14 April di markas utama PBB untuk mewawancarai para kandidat. Hingga kini sudah ada 9 kandidat yang akan tampil di hadapan sidang umum PBB yang dihadiri 193 negara anggota, serta para pemantau, termasuk Palestina yang berstatus negara dan Tahta Suci yang mewakili Vatikan.

Seperti dilansir AFP, Rabu (13/4/2016), tiga kandidat di antaranya tampil dalam Sidang Umum PBB pada Selasa (12/4) waktu setempat. Para kandidat akan memaparkan visi mereka sebagai penerus Sekjen PBB saat ini, Ban Ki-moon, yang akan menyerahkan jabatannya pada 1 Januari 2017 mendatang. Masing-masing kandidat mendapat waktu 2 jam.

Selama ini, pemilihan Sekjen PBB murni ada di tangan Dewan Keamanan PBB dan lima anggota tetapnya -- Inggris, Prancis, China, Rusia dan Amerika Serikat -- dalam proses tertutup. Namun tahun lalu, Majelis Umum PBB mengubah proses itu.

Majelis Umum PBB meminta para kandidat mengirimkan surat lamaran lengkap dengan riwayat hidup, serta hadir dalam sidang terbuka. Kendati demikian, keputusan akhir masih ada di tangan Dewan Keamanan PBB. Namun dengan proses yang lebih terbuka, akan memunculkan tekanan bagi negara besar untuk memilih kandidat yang menarik banyak pihak.

"Ini latihan untuk menghadapi situasi baru yang berbeda. Jika sejumlah besar negara secara kritis mendukung satu kandidat, saya pikir kita tidak akan melihat Dewan Keamanan PBB mengajukan nama kandidat yang berbeda," ucap Presiden Majelis Umum PBB, Mogens Lykketoft, kepada wartawan.

Tiga kandidat yang tampil di Sidang Umum pada Selasa (12/4) antara lain Menteri Luar Negeri Montenegro Igor Luksic (39) yang merupakan kandidat paling muda, Kepala UNESCO Irina Bokova (63) dari Bulgaria, dan mantan Komisioner Tinggi untuk Pengungsi Antonio Guterres (66) yang juga mantan Perdana Menteri Portugal.

Enam kandidat lainnya akan tampil di Sidang Umum PBB pada Kamis (14/4). Mereka adalah mantan Presiden Slovenia Danilo Turki, mantan Menteri Luar Negeri Kroasia Vesna Pusic, mantan Menteri Luar Negeri Moldova Natalia Gherman, Kepala Program Pembangunan PBB Helen Clark yang juga mantan Perdana Menteri Selandia Baru, mantan Menteri Luar Negeri Makedonia Srgjan Kerim, dan mantan Menteri Luar Negeri Serbia Vuk Jeremic.

Dari 9 kandidat itu, empat kandidat di antaranya berjenis kelamin perempuan. Ini membuka kesempatan untuk pertama kalinya Sekjen PBB akan dijabat seorang wanita.

Pencalonan Sekjen PBB akan mulai memanas pada Juli mendatang, saat Dewan Keamanan PBB mulai menggelar polling tak resmi untuk mencari tahu arah dukungan terhadap para kandidat. Polling akhir akan digelar pada September mendatang ketika 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB mengajukan satu nama kandidat ke Majelis Umum PBB, yang diharapkan akan mendukung pilihan itu.

(nvc/ita)