Ada Aksi Mogok Petugas ATC, Bandara Brussels Sempat Ditutup Lagi

Ada Aksi Mogok Petugas ATC, Bandara Brussels Sempat Ditutup Lagi

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 13 Apr 2016 11:37 WIB
Ada Aksi Mogok Petugas ATC, Bandara Brussels Sempat Ditutup Lagi
Bandara Brussels (REUTERS/Eric Vidal/Files)
Brussels - Tiga minggu setelah dilanda teror bom, bandara Brussels, Belgia, terpaksa ditutup lagi. Penyebabnya, ada aksi mogok kerja dari para petugas air traffic control (ATC) di Belgia.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (13/4/2016), petugas ATC yang bertugas mengatur lalu lintas pendaratan dan lepas landas di bandara Belgia memutuskan mogok kerja pada Selasa (12/4). Selang satu jam setelah mengumumkan masalah yang terjadi, pengelola bandara-bandara di Belgia mengumumkan hanya penerbangan terbatas yang sudah beroperasi normal.

Sekitar pukul 23.30 waktu setempat pada Selasa (12/4), papan penanda jadwal penerbangan menampilkan banyak penerbangan ditunda, dibatalkan maupun dialihkan. Namun untuk Rabu (13/4) waktu setempat, jadwal penerbangan dilaporkan kembali normal. Meskipun tidak diketahui apakah sudah ada solusi untuk petugas yang melakukan mogok kerja.

Bandara Brussels atau juga disebut bandara Zaventem telah dibuka kembali pada 3 April, namun layanannya masih terbatas. Pada 22 Maret lalu, bandara Brussels dilanda dua ledakan bom bunuh diri yang menghancurkan terminal keberangkatan bandara.

Baca juga: Bandara Brussels Kembali Dibuka, Pemeriksaan Penumpang Diperketat

Sedangkan bandara lain di Belgia, termasuk bandara Charleroi, juga terpengaruh oleh aksi mogok petugas ATC ini. Disebutkan bahwa aksi mogok ini merupakan bagian dari pertikaian soal kondisi kerja yang sudah berlangsung sebulan terakhir.

Sejumlah kecil aktivitas penerbangan di bandara Brussels diperkirakan berjalan normal pada Selasa (12/4) malam, karena ada satu serikat pekerja yang lebih kecil yang tidak ikut serta dalam aksi mogok ini.

Kepolisian Belgia sempat menutup ruas jalan sekitar bandara, sembari memeriksa satu kendaraan mencurigakan. Satu jam kemudian, akses jalan ke bandara dibuka kembali. Ruas jalan itu merupakan satu-satunya akses ke bandara, karena stasiun kereta bawah tanah masih ditutup usai teror bom 22 Maret lalu.

Belgocontrol, lembaga yang mengawasi wilayah udara Belgia, menyatakan masih mencari solusi dengan pihak serikat pekerja bandara. Pemimpin serikat pekerja meminta para staf untuk izin sakit pada Selasa (12/4) karena masih terdapat perbedaan pendapat soal sejumlah isu yang memicu pertikaian, termasuk kenaikan usia minimal untuk pensiun.

"Aksi oleh petugas Air Traffic Control ini berdampak buruk bagi seluruh maskapai dan staf bandara yang bekerja keras untuk menyambung Brussels dengan dunia, setelah serangan teror mengerikan terjadi 3 minggu lalu," tegas asosiasi maskapai penerbangan dunia, IATA, dalam pernyataannya.

(nvc/ita)


Berita Terkait