Seperti dilansir AFP, Rabu (13/4/2016), para calon penumpang dan orang-orang yang memenuhi bandara pada Selasa (12/4) malam waktu setempat, dievakuasi. Bandara Schiphol dikenal sebagai salah satu bandara tersibuk di kawasan Eropa, yang menerbangkan 50 juta penumpang setiap tahun.
"Polisi mengevakuasi sebagian area terbuka bandara dan area dekat Sheraton Hotel dan menangkap satu orang di tengah situasi mencurigakan," jelas juru bicara Bandara Schiphol, Danielle Timmer, kepada AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar pukul 21.45 waktu setempat (12/4), seorang pria ditangkap di alun-alun bagian depan pintu masuk ke area terbuka bandara. Tim penjinak bom dikerahkan ke lokasi dan mereka memeriksa koper yang dibawa pria tersebut," terang juru bicara polisi militer setempat, Alfred Ellwanger, kepada AFP.
Peringatan keamanan di bandara dicabut sekitar pukul 01.30 waktu setempat. "Bandara kini dinyatakan aman kembali," imbuh Ellwanger.
Namun apa yang memicu peringatan keamanan itu masih belum diketahui pasti. Pria yang ditangkap polisi juga tidak disebut identitasnya. Namun Ellwanger menyatakan, tim penjinak bom tidak menemukan benda berbahaya apapun setelah memeriksa koper bawaan pria yang ditangkap.
Ellwanger menjelaskan, peringatan keamanan dikeluarkan setelah polisi menerima laporan soal 'situasi mencurigakan' pada Selasa (12/4) pukul 21.30 waktu setempat. Tidak ada penerbangan yang terganggu akibat peringatan keamanan ini, sedangkan layanan kereta bawah tanah tetap berjalan normal.
Insiden ini terjadi ketika Belanda tengah dalam kondisi siaga tinggi usai teror bom Brussels pada 22 Maret lalu dan teror Paris pada November tahun lalu. Muncul kekhawatiran bahwa Belanda bisa jadi menjadi target serangan teror selanjutnya, karena dekat dengan Belgia dan Prancis.
(nvc/ita)











































