Raja Saudi berumur 80 tahun itu menyampaikan hal tersebut dalam lawatannya selama lima hari ke Mesir. Kunjungan ini dipandang sebagai bentuk nyata dukungan bagi Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, mantan panglima militer yang menggulingkan presiden terpilih Mohamed Morsi pada tahun 2013.
"Misi lain yang harus kita kerjakan bersama adalah memerangi ekstremisme dan memerangi terorisme," kata Raja Salman dalam pidatonya di depan parlemen Mesir seperti dilansir media Press TV, Senin (11/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Desember 2015 lalu, pemerintah Saudi mengumumkan pembentukan koalisi antiterorisme, yang anggota-anggotanya akan berbagi intelijen, menangkal ideologi ekstrem dan mengerahkan pasukan jika diperlukan untuk memerangi ekstremis.
Saudi juga merupakan bagian dari koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dalam memerangi kelompok radikal ISIS di Irak dan Suriah. Riyadh juga memimpin koalisi Arab yang menggempur pemberontak Houthi di Yaman.
(ita/ita)











































