Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan, Wakil Menteri Luar Negeri Turki Feridun Sinirliolu, utusan khusus PM Israel, Joseph Ciechanover dan jenderal Israel, Jacob Nagel bertemu di London, Inggris pada Kamis, 7 April waktu setempat untuk membahas kesepakatan rekonsiliasi.
Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan seperti dilansir media Press TV, Jumat (8/4/2016), Ankara dan Tel Aviv setuju bahwa sebuah perjanjian akan difinalisasi dalam pertemuan berikutnya, yang akan digelar secepatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan-pertemuan dengan Israel telah terjadi beberapa saat dan itu terus berlangsung saat ini," tutur Davutoglu said.
Pertemuan-pertemuan tersebut dilakukan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kesiapan untuk menormalisasi hubungan negaranya dengan Israel, setelah bersitegang selama enam tahun.
Pada Januari lalu, Erdogan mengatakan, Turki membutuhkan Israel di wilayah tersebut seiring kedua negara menunjukkan antusiasme untuk menormalisasi hubungan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun pada 24 Maret lalu menyatakan, pemerintahnya ingin memperbaiki hubungan dengan Ankara.
Israel dan Turki dulunya merupakan sekutu dekat pada akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an. Namun, hubungan memanas setelah serangan militer Israel ke sebuah kapal kemanusiaan, yang mencoba menembus blokade laut Israel di Jalur Gaza pada Mei 2010. Serangan Israel itu menewaskan10 warga Turki dan melukai sekitar 50 orang lainnya.
Kemudia pada September tahun itu, Turki membekukan hubungan militernya dengan Israel dan mengusir perwakilan Israel dari Ankara. Ini dilakukan karena Israel menolak meminta maat atas kematian warga Turki dalam insiden itu. (ita/ita)











































