Macri merupakan salah satu dari puluhan kepala negara dan politikus dunia yang namanya tercantum dalam Panama Papers, bocoran dokumen rahasia firma hukum Mossack Fonseca, yang banyak membantu pendirian perusahaan offshore di wilayah bebas pajak.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (8/4/2016), Macri yang merupakan anak taipan bisnis kelahiran Italia ini, menyatakan dirinya tidak terikat secara hukum untuk mengumumkan keterkaitannya dengan perusahaan offshore yang tercantum dalam Panama Papers, karena dirinya tidak memiliki bagian saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Sempat Membantah, PM Inggris Akui Dapat Saham Perusahaan Offshore Ayahnya
Macri menyatakan, dirinya hanya menjadi direktur perusahaan offshore Fleg Trading Ltd yang berbasis di Bahama, yang kini sudah ditutup. Menurut Macri, perusahaan offshore itu didirikan oleh ayahnya untuk berinvestasi di Brasil. Lebih lanjut, Macri menyatakan dirinya akan menghadap dan meminta pengadilan untuk mensertifikasi laporan harta kekayaannya demi menghapuskan semua kecurigaan terhadapnya.
Para pengkritik menyebut Macri berutang penjelasan menyeluruh soal hal ini dan keterkaitannya dengan satu perusahaan offshore lainnya, Kagemusha SA, yang terdaftar di Panama. Mereka menyebut rata-rata perusahaan offshore terindikasi untuk pencucian uang dan menghindari pajak.
"Saya tidak menerima bayaran apapun dengan bertindak sebagai direktur (perusahaan offshore). Saya akan menghadap pengadilan dengan membawa semua informasi yang diperlukan bagi hakim untuk memverikasi bahwa semua yang saya lakukan sudah benar," ucap Macri seperti dilansir AFP.
Baca juga: Putin: Panama Papers Upaya Lawan untuk Lemahkan Rusia
"Saya telah mengirimkan seluruh dokumen kepada kantor antikorupsi untuk diselidiki. Tapi saya juga akan memberikan sesuatu yang disebut 'deklarasi kepastian' sesuai sistem kehakiman. Dengan semua informasi tersebut, hakim akan melihat bahwa saya memberitahukan kebenaran," imbuhnya.
Pada Kamis (7/4), jaksa federal Federico Delgado meminta peradilan untuk menyelidiki apakah Macri lalai tidak mengumumkan keterkaitannya dengan perusahaan offshore, atau dengan kata lain gagal menyelesaikan laporan pajaknya, yang memiliki ancaman hukuman 15 hari hingga 2 tahun penjara. Kasus ini ditangani oleh hakim Sebastian Casanello yang akan memutuskan apakah ada cukup bukti untuk memulai penyelidikan pidana.
(nvc/ita)











































