Disampaikan jaksa setempat Thomas Steinkraus-Koch, seperti dilansir Reuters, Jumat (8/4/2016), informasi dari sumber keamanan menyebut kedua pria asing itu telah berkomunikasi dengan sejumlah anggota ISIS.
Identitas kedua pria asing yang ditahan itu tidak dirilis ke publik. Hanya disebut keduanya merupakan pria Iran berusia 46 tahun dan pria Nigeria berusia 29 tahun. Keduanya ditahan di dua lokasi terpisah, yakni di Munich, Bavaria dan di wilayah dekat Fuerstenfeldbruck pada Kamis (7/4) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun kedua tersangka ditahan atas dugaan rencana serangan, polisi setempat menyatakan tidak ada ancaman teror terhadap publik dalam waktu dekat. "Dari yang kami tahu untuk saat ini, tidak ada ancaman konkret," imbuh pernyataan itu.
Polisi setempat tidak menemukan benda mencurigakan dari kedua tersangka. Mereka enggan memberikan penjelasan lebih lanjut karena penyelidikan masih berlangsung.
Sejak teror Paris pada 13 November tahun lalu, otoritas Jerman berulang kali menyatakan Jerman menghadapi ancaman serangan jihad. Ditambah ISIS merilis video yang menyerukan serangan teror di negara-negara Barat. Mereka bahkan menyebut London, Berlin dan Roma sebagai target utama.
ISIS mengklaim bertanggung jawab atas teror bom yang mengguncang Brussels, Belgia pada Maret lalu dan teror Paris tahun lalu.
(nvc/ita)











































