Keith Harward dinyatakan bersalah atas tindak pidana tahun 1982 itu, setelah keterangan pakar dalam persidangan memastikan bekas gigitan di leher korban wanita cocok dengan rekam data gigi Harward. Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada Harward.
Selang tiga dekade kemudian, hasil pemeriksaan DNA mengungkapkan bahwa pemerkosaan dan pembunuhan itu dilakukan oleh seorang pelaut lainnya, yang tidak disebut namanya. Pelaut itu tewas di dalam penjara, ketika menjalani masa hukuman untuk kejahatan pidana lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menggugurkan vonis bersalah atas pembunuhan, pemerkosaan, sodomi dan perampokan terhadap Harward," demikian bunyi putusan Pengadilan Tinggi Virginia.
Kasus seperti Harward ini cukup sering terjadi di AS. Sepanjang tahun 2015 lalu, AS membebaskan sedikitnya 149 orang yang dipenjara atas tindak pidana yang tidak mereka lakukan. Jumlah itu termasuk sedikit jika dibandingkan dengan puluhan ribu orang di AS yang salah divonis.
(nvc/asp)











































