Penyebabnya, media Prancis Le Monde salah menyebut Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika ikut terseret Panama Papers. Bocoran dokumen rahasia dari firma hukum Mossack Fonseca yang berbasis di Panama itu mengungkapkan pendirian ratusan ribu perusahaan offshore di wilayah bebas pajak.
Seperti dilansir AFP, Kamis (7/4/2016), surat kabar Prancis Le Monde mempublikasi foto Presiden Bouteflika di halaman depan mereka saat mengulas soal Panama Papers, pada Selasa (5/4) waktu setempat. Le Monde merupakan salah satu media yang ikut menganalisis Panama Papers bersama media lainnya yang tergabung dalam The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Geger Panama Papers, Ini Kata Edward Snowden
Usai edisi cetak itu terbit, Le Monde menyadari kesalahannya dan mengklarifikasi bahwa nama Presiden Bouteflika tidak muncul dalam Panama Papers. Namun hal ini terlanjut membuat otoritas Aljazair geram. Otoritas Aljazair memanggil Dubes Prancis untuk menyatakan protesnya.
"Memprotes dengan keras kepada Duta Besar Prancis Bernard Emie yang telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri menindaklanjuti kampanye media penuh kebencian pada Aljazair dan institusinya," disampaikan seorang sumber yang memahami persoalan ini, seperti mengutip protes keras Menteri Luar Negeri Aljazair Ramtane Lamamra. Β
"Mendorong otoritas Prancis untuk secara jelas menunjukkan ketidaksetujuan mereka terhadap kampanye (kebencian) ini, yang bertentangan dengan kualitas dan level hubungan Aljazair dengan Prancis," imbuh sumber itu seperti dikutip kantor berita Aljazair, APS (Algeria Press Service).
Pemanggilan Dubes Prancis itu dilakukan selang tiga hari sebelum Perdana Menteri Prancis Manuel Valls berkunjung ke ibukota Aljir.
Dalam hasil analisisnya soal Panama Papers, Le Monde menyebut Menteri Perindustrian Aljazair Abdesselam Bouchouareb memiliki sebuah perusahaan offshore di Panama, yang didirikan pada April 2015 lalu. Bouchouareb menjadikan satu-satunya pejabat publik Aljazair yang terseret Panama Papers. Disebutkan dalam analisis Le Monde, bahwa perusahaan itu mengelola portofolio aset real estate senilai 700 ribu euro (Rp 10,4 miliar).
Baca juga: Datanya Diretas, Mossack Fonseca Lapor ke Jaksa Agung Panama
(nvc/nwk)











































