Wanita berinisial R.I. tersebut ditangkap di ibukota Ankara. Penangkapan wanita berumur 21 tahun itu terjadi setelah Ankara diguncang dua bom bunuh diri tahun ini, yang diklaim oleh militan-militan Kurdi. Serangan-serangan bom tersebut telah menewaskan puluhan orang.
Wanita muda itu ditahan polisi saat pemeriksaan reguler lalu lintas di salah satu titik masuk ke Ankara di distrik Golbasi. Demikian seperti dilaporkan kantor berita Dogan dan dilansir AFP, Kamis (7/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak disebutkan apakah bahan peledak ditemukan saat penangkapan wanita itu.
Lebih dari 40 ribu orang telah tewas sejak PKK melakukan pemberontakan pada tahun 1984 untuk menuntut tanah air bagi etnis Kurdi, yang merupakan minoritas terbesar Turki.
Sebelumnya, kelompok militan pecahan dari PKK, Kurdistan Freedom Falcons (TAK) mengklaim mendalangi dua bom mobil bunuh diri di Ankara pada 17 Februari dan 13 Maret lalu.
Selain di Ankara, Istanbul juga telah dua kali dilanda serangan bom mematikan oleh kelompok radikal ISIS tahun ini. (ita/ita)











































