AS Sita 1.500 Senjata Api Kiriman Iran untuk Pemberontak Houthi

AS Sita 1.500 Senjata Api Kiriman Iran untuk Pemberontak Houthi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 05 Apr 2016 18:33 WIB
AS Sita 1.500 Senjata Api Kiriman Iran untuk Pemberontak Houthi
Senjata api yang diselundupkan untuk pemberontak Houthi (AFP Photo/Handout)
Washington - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyita lebih dari 1.500 senjata api yang diselundupkan melalui Laut Arab. AS meyakini senjata api itu dikirimkan oleh Iran untuk kelompok pemberontak Houthi di Yaman.

Disampaikan Angkatan Laut AS, seperti dilansir AFP, Selasa (5/4/2016), kapal patroli USS Sirocco mencegat dan menyita kapal layar tanpa bendera yang membawa kiriman senjata api itu pada 28 Maret. Pemeriksaan lebih lanjut menemukan adanya kargo ilegal di dalam kapal itu.

Kargo ilegal itu, menurut Angkatan Laut AS, terdiri atas 1.500 senapan jenis Ak-47, 200 peluncur RPG (rocket-propelled grenade) dan 21 buah senapan mesin dengan kaliber .50.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal dan awaknya dibiarkan kembali berlayar setelah semua kargo ilegal disita. Tidak disebut lebih lanjut soal jumlah awak kapal dan kewarganegaraan mereka.

Senjata api untuk pemberontak Houthi yang disita AS (AFP Photo/Handout)


Dalam pernyataannya, Angkatan Laut AS menyebut insiden tersebut merupakan bagian dari serangkaian pengiriman senjata secara ilegal, yang diyakini AS berasal dari Iran.

Pasukan militer propemerintah Yaman, yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi, telah memerangi pemberontak Houthi selama lebih dari setahun. Selama ini pemberontak Houthi diyakini didukung oleh Iran, yang sama-sama menganut Syiah.

Kedua pihak yang bertempur tengah mempersiapkan diri untuk melakukan gencatan senjata yang dicetuskan PBB, yang mulai berlaku pada 10 April mendatang. Gencatan senjata itu diharapkan bisa berdampak baik pada perundingan damai, yang rencananya akan digelar di Kuwait seminggu setelahnya.

Baca juga: Ayatollah Ali Khamenei Sebut Kekuatan Rudal Jadi Kunci Keamanan Iran

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini