Juru bicara gubenur provinsi Parwan, Wahid Sediqqi, mengatakan, 26 orang termasuk tiga anak-anak juga terluka dalam ledakan bom tersebut. Pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di atas sepeda motor yang dikendarainya.
"Dia melakukan serangan terhadap warga sipil yang malang, untuk menyebar ketakutan di kalangan masyarakat, namun mereka tak akan pernah mencapai apapun dengan kebrutalan seperti itu," tutur Sediqqi seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (5/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taliban telah meningkatkan serangan-serangan mereka sejak sebagian besar pasukan asing ditarik dari Afghanistan pada akhir 2014 lalu. Pada 22 Februari lalu, seorang pengebom bunuh diri Taliban menewaskan 14 orang di sebuah klinik di Kabul. Target si pengebom dalam serangan itu adalah seorang komandan kepolisian. Sebelas orang lainnya luka-luka dalam ledakan bom itu.
(ita/ita)











































