Ada Aktivitas Mencurigakan di Kompleks Nuklir Korut

Ada Aktivitas Mencurigakan di Kompleks Nuklir Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 05 Apr 2016 17:46 WIB
Ada Aktivitas Mencurigakan di Kompleks Nuklir Korut
Kim Jong Un saksikan peluncuran rudal Korut pada 11 Maret lalu (REUTERS/KCNA/Files)
Pyongyang - Citra satelit terbaru pada kompleks nuklir Korea Utara (Korut) menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan. Aktivitas itu diduga terkait pemrosesan ulang plutonium untuk tambahan bom nuklir.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/4/2016), analisis citra satelit itu fokus pada kepulan asap pada reaktor nuklir Korut yang biasa digunakan untuk memanaskan fasilitas laboratorium radiokimia di kompleks nuklir Yongbyon.

Fasilitas itu digunakan untuk memproses plutonium dari reaktor berdaya 5 megawatt di Yongbyon untuk menjadi material nuklir setingkat senjata. Terlepas dari itu, para pakar Institut AS-Korea di Universitas John Hopkins belum bisa memperkirakan lebih rinci soal dugaan aktivitas pemrosesan plutonium tersebut.

"Apakah pemrosesan ulang plutonium tambahan tengah berlangsung atau baru akan dilakukan dalam masa dekat, masih belum jelas," sebut para pakar.

Baca juga: Obama dan Xi Jinping Sepakat Terapkan Sanksi Pada Korut

Kendati demikian, para pakar menyoroti pernyataan Direktur Intelijen Nasional AS, James Clapper, yang menyebut Korut bisa jadi sudah siap mengekstrak plutonium setingkat senjata dari reaktor dalam beberapa minggu saja.

Pada tahun 2007, Korut mengistirahatkan reaktor Yongbyon di bawah kesepakatan pelucutan senjata nuklir untuk bantuan kemanusiaan. Namun pada tahun 2013, negara komunis itu mulai merenovasi kembali reaktor tersebut, tepatnya usai uji coba nuklir ketiga.

Citra satelit pada Januari lalu menunjukkan reaktor nuklir Korut belum beroperasi penuh. Dalam keadaan beroperasi penuh, reaktor itu mampu memproduksi sekitar 6 kilogram plutonium setiap tahun. Menurut para pakar, jumlah plutonium sebanyak itu cukup untuk memproduksi sebuah bom nuklir.

Sejauh ini, Korut telah melakukan empat kali uji coba nuklir, dengan yang terbaru pada 6 Januari lalu yang diklaim sebagai uji coba bom hidrogen. Para pakar meragukan klaim Korut itu dengan menyebut kemampuan Korut masih minim.

Baca juga: Pemimpin Dunia Bahas Senjata Nuklir Korut, Rudal Kembali Diluncurkan

(nvc/ita)


Berita Terkait