Erdogan Geram Dikuliahi Negara Barat Soal Demokrasi dan Kebebasan Pers

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 05 Apr 2016 17:08 WIB
Recep Tayyip Erdogan (REUTERS/Kayhan Ozer/Presidential Press Office/Handout via Reuters)
Ankara - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan geram dikuliahi negara-negara Barat soal demokrasi. Erdogan menolak mentah-mentah kritikan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa soal kebebasan pers di Turki.

"Mereka yang berusaha menguliahi kita soal demokrasi dan HAM, harus terlebih dulu merenungkan rasa malu mereka," tegas Erdogan dalam pertemuan Bulan Sabit Merah Turki di Ankara, seperti dilansir AFP, Selasa (5/4/2016).

Pekan lalu, Presiden AS Barack Obama memperingatkan pendekatan Turki terhadap media, yang disebut semakin mengarah ke bentuk sangat mengganggu. Komentar itu membuat Erdogan tersinggung dan mengkritik Obama karena berbicara di belakangnya, padahal keduanya baru bertemu.

Erdogan juga bersikeras menegaskan adanya kebebasan pers di Turki. Menurut Erdogan, sejumlah media Turki menyebutnya sebagai 'pencuri' dan 'pembunuh' namun masih dibiarkan beroperasi.

Baca juga: Disindir Obama Soal Kebebasan Pers di Turki, Erdogan Tersinggung

Pemerintah Turki selama ini dituding semakin otoriter dan kerap memberangus kritikan media, termasuk juga menggugat kritikan yang datang dari berbagai kalangan. Mulai dari anggota parlemen, akademisi, pengacara dan lembaga swadaya masyarakat.

Baru-baru ini, dua jurnalis dari surat kabar oposisi ternama Turki, Cumhuriyet, terancam hukuman penjara seumur hidup. Keduanya didakwa membocorkan rahasia negara, melalui sebuah artikel yang dianggap menuding pemerintah secara ilegal menyalurkan senjata ke pemberontak Suriah.

Pada Senin (4/4), Erdogan menegur Pengadilan Konstitusional Turki karena mengizinkan kedua jurnalis itu bebas selama disidang. Kedua jurnalis itu telah mendekam selama 3 bulan di penjara, sebelum sidang dimulai. Erdogan menyebut Pengadilan Konstitusional mengkhianati keberadaannya sendiri.

Kegeraman Erdogan muncul setelah media Jerman Der Spiegel merilis ulasan mendalam yang mengkritik Erdogan beberapa waktu lalu. Ulasan itu mencantumkan karikatur Erdogan, yang disebut Der Spiegel sebagai 'the wild man of the Bosphorus', sedang mengepalkan tangan seperti akan menonjok dengan judul "Teman yang menakutkan: Upaya pemberantasan Presiden Erdogan terhadap kebebasan dan demokrasi."

Baca juga: Erdogan Akan Terus Tuntut Orang-orang yang Menghinanya

(nvc/ita)