PM Netanyahu Dikritik Almarhum Mantan Bos Mossad

PM Netanyahu Dikritik Almarhum Mantan Bos Mossad

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 05 Apr 2016 14:07 WIB
PM Netanyahu Dikritik Almarhum Mantan Bos Mossad
Benjamin Netanyahu (REUTERS/Sebastian Scheiner/Pool)
Yerusalem - Almarhum mantan bos Mossad, badan intelijen Israel, melontarkan kritikan untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Netanyahu dituding kerap mengutamakan kepentingan pribadi dibanding kepentingan negaranya.

Meir Dagan yang meninggal dunia dalam usia 71 tahun pada 17 Maret lalu, memimpin Mossad dari tahun 2002 hingga 2010. Selama periode itu, Mossad aktif bekerja untuk menggagalkan program nuklir Iran dan sekaligus mencegah aksi militer terhadap Iran.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/4/2016), Dagan sempat bercakap-cakap dengan jurnalis surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, sebelum dia meninggal dunia. Namun percakapan itu baru dirilis pada Senin (4/4) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mengenal banyak perdana menteri (Israel)," tutur Dagan seperti dikutip Yedioth Ahronoth.

"Tidak ada dari mereka (perdana menteri Israel) berkarakter suci. Tapi mereka sama-sama punya satu sifat: Ketika mereka mencapai tahap saat kepentingan pribadi berbenturan dengan kepentingan nasional, kepentingan nasional selalu menang. Hanya ada dua orang yang tidak seperti itu -- Bibi dan Barak," imbuhnya.

Bibi merupakan nama panggilan PM Netanyahu, sedangkan Barak merujuk pada mantan PM dan Menteri Pertahanan Ehud Barak.

Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Barak dilaporkan sama-sama memberikan perintah kepada militer Israel untuk bersiap menyerang Iran pada tahun 2010 lalu, yang akhirnya tidak pernah dilakukan.

Dagan dengan tegas menentang serangan militer semacam itu. "Bibi merupakan manajer paling buruk yang pernah saya kenal," sebut Dagan yang menderita kanker hati dan sempat menjalani transplantasi sebelum meninggal.

"Hal terburuk adalah dia memiliki satu sifat tertentu yang sama seperti Ehud Barak -- keduanya meyakini mereka orang paling hebat dan jenius di dunia dan tidak ada yang memahami apa yang sebenarnya mereka inginkan," terangnya.

Baca juga: Kosongkan Jadwal Seminggu, PM Netanyahu Siap Temui Presiden Palestina

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads