Sepanjang garis pantai Gaza selama ini dikuasai kelompok Hamas. Seperti dilansir Reuters, Senin (4/4/2016), zona pencarian ikan diperpanjang dari yang tadinya 6 mil laut atau setara 11 kilometer, menjadi 9 mil laut atau setara 16 kilometer di sepanjang pantai pusat Gaza hingga ke selatan.
Langkah ini, menurut Israel, seharusnya bisa berdampak pada tangkapan yang lebih besar di perairan lebih dalam, yang juga mengandung lebih banyak ikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini didasari sejumlah kekhawatiran keamanan Israel, termasuk kekhawatiran penyelundupan senjata oleh Hamas.
Warga Palestina selama ini banyak mengeluhkan pencegatan militer Israel dan penangkapan para nelayan yang tersesat di laut. Bahkan seringkali militer Israel menyita kapal dan perlengkapan melaut para nelayan Gaza.
Kepala Serikat Nelayan Gaza, Nizar Ayyash, menyebut langkah perluasan zona pencarian ikan oleh Israel itu masih belum cukup. Dia menekankan kesepakatan damai Oslo antara Israel-Palestina yang menyerukan zona 20 mil laut atau 37 kilometer di Laut Mediterania.
Kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza sejak tahun 2007, menolak kesepakatan Oslo. Hamas terlibat pertempuran sengit dengan Israel tahun 2014 lalu.
Ayyash menambahkan, saat ini ada sedikitnya 4 ribu nelayan di Gaza yang berpenduduk 1,95 juta jiwa.
(nvc/ita)











































