Lempar Ransel ke Gedung Putih, Seorang Penyusup Ditangkap

Lempar Ransel ke Gedung Putih, Seorang Penyusup Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 04 Apr 2016 10:35 WIB
Lempar Ransel ke Gedung Putih, Seorang Penyusup Ditangkap
Ilustrasi (REUTERS/Carlos Barria)
Washington -
Seorang penyusup ditangkap setelah berusaha memanjat pagar Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat. Penyusup itu sempat melemparkan sebuah tas ransel ke halaman Gedung Putih hingga memicu kecurigaan.

Disampaikan juru bicara Secret Service, Robert Hoback, seperti dilansir Reuters, Senin (4/4/2016), penyusup ini langsung ditangkap begitu kedapatan memanjat pagar bagian utara di kompleks kediaman Presiden AS tersebut pada Jumat (1/4) malam waktu setempat.

Saat itu, Presiden Barack Obama sedang berada di Washington untuk menghadiri KTT Keamanan Nuklir. Tidak diketahui pasti apakah Obama sedang berada di Gedung Putih ketika insiden ini terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ransel yang dilemparkan penyusup ke halaman Gedung Putih langsung diperiksa oleh Secret Service. Hasilnya, tidak ditemukan senjata maupun benda mencurigakan lainnya di dalamnya.

Baca juga: Nekat Panjat Pagar Gedung Putih, Pria AS Ditangkap Secret Service

Alasan penyusup ini memanjat Gedung Putih tidak diketahui pasti. Identitas penyusup yang kini ditahan itu tidak dirilis ke publik. Hoback menuturkan, penyusup dijerat pasal pidana masuk tanpa izin dan kini berada dalam penahanan Kepolisian Metropolitan Washington.

Insiden semacam ini cukup sering melanda Gedung Putih beberapa waktu terakhir. Terakhir kalinya, seorang penyusup berusaha memanjat pagar Gedung Putih terjadi pada peringatan Thanksgiving pada November tahun lalu.

Tahun 2014 lalu, seorang veteran militer AS berhasil memanjat pagar Gedung Putih dan bahkan masuk hingga ke dalam gedung sebelum akhirnya ditangkap Secret Service. Veteran militer AS itu juga kedapatan membawa pisau lipat, namun motifnya tidak disebut lebih lanjut.

Keberhasilan veteran militer AS itu masuk ke dalam kompleks Gedung Putih memicu kritikan untuk Secret Service yang bertugas menjaga kompleks tersebut.

(nvc/ita)


Berita Terkait