Disindir Obama Soal Kebebasan Pers di Turki, Erdogan Tersinggung

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 04 Apr 2016 09:39 WIB
Recep Tayyip Erdogan (REUTERS/Kayhan Ozer/Presidential Palace/Handout via Reuters)
Washington - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku tersinggung dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang menyindir kebebasan pers di Turki. Erdogan kecewa karena pernyataan itu dilontarkan Obama di belakangnya.

"Saya sedih karena komentar semacam ini disampaikan di belakang saya. Isu-isu ini tidak ikut dibahas dalam agenda pembicaraan saya dengan Obama," ucap Erdogan kepada reporter Turki di Washington saat hendak mengakhiri kunjungannya, seperti dilansir AFP, Senin (4/4/2016).

"Dia (Obama-red) tidak berbicara soal hal semacam ini dengan saya. Dalam percakapan telepon kami sebelumnya, kami membahas soal hal-hal yang lebih bermanfaat daripada kebebasan pers," sebut Erdogan seperti dikutip surat kabar lokal Turki, Hurriyet.

Baca juga: Obama Tolak Undangan Erdogan untuk Resmikan Masjid di AS

Obama yang sempat menggelar pembicaraan tertutup dengan Erdogan di Washington pada Kamis (31/3), menyebut sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa dirinya terganggu dengan 'tren' yang berlangsung di Turki saat ini.

"Saya pikir pendekatan yang mereka ambil terhadap media bisa membawa Turki pada kehancuran yang akan sangat mengganggu," ucap Obama, yang mengaku dirinya telah menyampaikan sentimen ini langsung pada Erdogan.

Erdogan lebih lanjut menyebut dirinya sempat menegaskan adanya kebebasan pers di Turki dalam pertemuan lainnya selama kunjungan 5 hari di Washington. Menurut Erdogan, sejumlah media Turki menyebutnya sebagai 'pencuri' dan 'pembunuh' namun masih dibiarkan beroperasi.

"Publikasi semacam itu membuat penghinaan masih terus ada. Jika memang benar ada kediktatoran di Turki, maka bagaimana bisa publikasi semacam itu keluar? Penghinaan dan ancaman semacam itu tidak diizinkan di negara Barat," tegasnya.

"Jika Obama memasukkan isu ini (soal kebebasan pers) dalam agenda pembicaraan, maka saya akan memberitahukannya soal itu," ujar Erdogan.

Baca juga: Presiden Erdogan Sebut Milisi Kurdi Dapat Pasokan Senjata dari AS

Beberapa waktu terakhir, muncul kekhawatiran soal kebebasan pers di Turki setelah ribuan orang, termasuk dua jurnalis ternama dari surat kabar Cumhuriyet, diadili karena dianggap menghina Erdogan. Sedikitnya 1.800 orang diadili atas tudingan menghina Presiden Turki sejak tahun 2014 lalu.

(nvc/ita)