Tentara yang tidak disebut namanya ini, tengah menjadi fokus penyelidikan jaksa Israel atas dakwaan pembunuhan tak direncanakan. Di bawah undang-undang Israel, pembunuhan tak direncanakan menekankan tindak pidana pembunuhan disengaja, namun tak direncanakan sebelumnya.
Pengacara tentara ini menyambut baik langkah jaksa tersebut. "Poin penting dari sudut pandang kami adalah, pertama-tama, peradilan mulai melunak. Saya yakin dalam waktu singkat, kecurigaan akan digugurkan," sebut pengacara bernama Ilan Katz kepada radio militer Israel seperti dilansir AFP, Jumat (1/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentara ini akan tetap berada dalam penahanan hingga keputusan dijatuhkan," ujar juru bicara militer Israel.
Baca juga: Tentara Israel Terekam Kamera Menembak Kepala Pria Palestina
Pejabat militer dan pemerintahan Israel mengecam keras tindakan keji tentara tersebut. Namun politikus sayap kanan jauh dan para demonstran yang mendukung tentara ini, bereaksi keras atas penangkapannya dan meminta tentara ini dibebaskan.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang mantan tentara, dianggap menunjukkan sedikit empati ketika berbicara dengan ayah tentara itu via telepon. "Saya mendengar kata-kata Anda dan... saya memahami penderitaan Anda," ucap Netanyahu seperti dikutip kantor PM Israel.
"Dalam beberapa bulan terakhir, tentara kita telah dengan berani dan tekad kuat menghadapi serangan teroris dan para pembunuh yang berencana membunuh mereka. Saya yakini bahwa penyelidikan akan profesional dan adil terhadap putra Anda," imbuhnya.
Dalam rekaman video yang beredar luas di internet, terlihat warga Palestina bernama Abdul Fatah al-Sharif (21) yang tergeletak di jalan usai menikam seorang tentara Israel lainnya, diduga dia sudah kena tembakan. Kemudian terlihat tentara Israel yang tidak disebut namanya itu, menembak Sharif tepat di kepalanya.
Baca juga: Pendukung Tentara Israel yang Tembak Warga Palestina Protes Persidangan
(nvc/ita)










































