Presiden Abbas Sebut Palestina Berupaya Cegah Kekerasan pada Warga Israel

Presiden Abbas Sebut Palestina Berupaya Cegah Kekerasan pada Warga Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Apr 2016 16:19 WIB
Presiden Abbas Sebut Palestina Berupaya Cegah Kekerasan pada Warga Israel
Mahmoud Abas saat berbicara di Sidang Umum PBB (REUTERS/Mike Segar)
Ramallah - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan pihaknya berusaha mencegah serangan pisau yang didalangi warga Palestina terhadap warga Israel. Abbas juga menawarkan diri bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu demi memulai kembali perundingan damai.

Berbicara kepada televisi Israel, Channel 2 TV dan dilansir Reuters, Jumat (1/4/2016), Abbas membeberkan langkah-langkah keamanan domestik Palestina dalam penjelasan yang langka diberikan kepada media. Langkah keamanan dianggap hal sensitif yang tidak bisa diungkapkan terang-terangan.

"Pasukan keamanan kami mendatangi sekolah-sekolah untuk memeriksa isi tas para siswanya dan mencari tahu apakah mereka membawa pisau. Anda tidak tahu ini," tutur Abbas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di satu sekolah, kami menemukan 70 siswa laki-laki dan perempuan yang kedapatan membawa pisau. Kami mengambil pisau-pisau itu dan mengatakan kepada mereka: 'Ini sebuah kesalahan. Kami tidak ingin Anda membunuh dan dibunuh. Kami ingin Anda hidup dan pihak lain juga tetap hidup," imbuhnya.

Pemerintahan Palestina yang dipimpin Abbas berkoordinasi dengan Israel dalam menjaga keamanan di wilayah Tepi Barat, meskipun perundingan damai di antara kedua pihak yang dicetuskan Amerika Serikat sekitar 2 tahun lalu, masih buntu. Netanyahu pernah mengatakan dirinya terbuka memulai kembali perundingan itu. Namun Netanyahu juga menuding Abbas terus menghindari isu ini sembari melontarkan hasutan kekerasan dengan retorika anti-Israel.

Kepada Channel 2 TV, Abbas menyebut pihak yang menjadi pangkal permasalahan dalam perundingan itu adalah Netanyahu sendiri. "Saya akan menemuinya (Netanyahu-red), kapan saja. Dan saya pernah menawarkan kepadanya untuk bertemu," ucap Abbas dalam bahasa Inggris.

Belum ada tanggapan dari kantor PM Netanyahu atas pernyataan Abbas ini.

Sejak Oktober tahun lalu, insiden penikaman, penabrakan dengan mobil dan penembakan marak terhadap warga Israel. Kebanyakan aksi kekerasan itu didalangi warga Palestina dan tidak sedikit pelaku yang tewas di tangan tentara Israel. Sedikitnya 190 warga Palestina tewas, dengan 129 orang di antaranya diklaim Israel sebagai pelaku serangan. Sedangkan dari pihak Israel, sebanyak 28 warga tewas dalam berbagai serangan.

"Jika dia (Netanyahu) memberi kesempatan dan memberitahu saya dirinya percaya pada solusi dua negara dan kami duduk bersama satu meja untuk membahas solusi dua negara, ini akan memberikan harapan kepada rakyat saya, dan tidak ada yang akan berani melakukan penikaman atau penembakan atau kekerasan," tegas Abbas.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads