Perusahaan konstruksi IVRCL merupakan perusahaan yang bertanggung jawab atas proyek jalan layang bernama Vivekananda Overpass sepanjang 2 kilometer di Kolkata, Benggala Barat ini. Seperti dilansir Reuters, Jumat (1/4/2016), kantor cabang IVRCL disegel usai insiden yang terjadi pada Kamis (31/3) waktu setempat.
Sekelompok polisi dilaporkan hendak menginterogasi pejabat tinggi perusahaan IVRCL di kantor pusat mereka yang ada di wilayah Hyderabad. Kepolisian setempat, seperti dikutip media lokal IBN Live, menyelidiki insiden ini dengan dasar tiga pasal pada Undang-undang Pidana India yakni dakwaan pembunuhan yang tidak disengaja, dakwaan percobaan pembunuhan dan kelalaian yang memicu kerusakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, pihak IVRCL menyatakan akan bekerja sama dengan penyidik yang menyelidiki insiden ini. Sejauh ini, korban tewas dalam insiden ini mencapai 23 orang dan puluhan orang lainnya luka-luka.
Proyek jalan layang yang dilakukan perusahaan IVRCL ini diwarnai serangkaian penundaan dan seharusnya sudah selesai sejak 5 tahun lalu. Ketika insiden terjadi, pengerjaan jalan layang ini kembali molor dari batas waktu yang ditetapkan Februari.
Dituturkan sejumlah petugas penyelamat yang memeriksa puing jalan layang, bertahun-tahun penundaan diduga memicu korosi pada elemen logam di konstruksi jalan layang setengah jadi ini. Warga setempat menuturkan, beton dituangkan ke kerangka jalan layang pada Rabu (30/3) malam, sebelum insiden terjadi.
Salah satu pejabat eksekutif IVRCL menyebut insiden ini sebagai kehendak Tuhan. "Tidak ada yang lain kecuali kehendak Tuhan. Sejauh ini selama 27 tahun, kami telah membangun sejumlah jembatan ... tidak pernah terjadi semacam ini," ucap pejabat eksekutif IVRCL, K Panduranga Rao, seperti dilaporkan CNN IBN.
Baca juga: Jalan Layang Ambruk di India, Perusahaan Konstruksi: Ini Kehendak Tuhan
(nvc/mad)










































