Padahal bulan ini, otoritas Turki sepakat dengan Uni Eropa untuk menampung seluruh imigran dan pengungsi yang menyeberang ke Yunani secara ilegal, sebagai ganti dari bantuan finansial, layanan bebas visa lebih cepat untuk warga Turki serta percepatan pembahasan keanggotaan Uni Eropa bagi Turki.
Kesepakatan itu akan mulai berlaku pekan depan. Namun disebutkan organisasi HAM, Amnesty International dalam laporannya, ribuan pengungsi dikirimkan kembali ke Suriah secara masal dalam 7-9 minggu terakhir. Tindakan otoritas Turki ini, menurut Amnesty International, sama saja dengan mencemooh hukum internasional dan Uni Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri Turki membantah adanya warga Suriah yang dipulangkan secara paksa. Pihak kementerian menyebut, Turki selama 5 tahun terakhir tetap mempraktikkan kebijakan 'pintu terbuka' untuk imigran Suriah. Turki juga mengklaim pihaknya mematuhi prinsip untuk tidak memulangkan seseorang ke negaranya, ketika orang itu terancam diadili.
"Tidak ada warga Suriah yang meminta perlindungan dari negara kami, yang dipulangkan ke negara mereka secara paksa, ini sejalan dengan hukum nasional dan internasional," ucap pejabat Kementerian Luar Negeri Turki kepada Reuters.
Berdasarkan keterangan yang didapat dari wilayah perbatasan selatan Turki, Amnesty menyebut otoritas setempat mengumpulkan dan memulangkan sekelompok pengungsi yang terdiri atas sekitar 100 pria, wanita dan anak-anak Suriah, nyaris setiap hari sejak pertengahan Januari lalu.
Kebanyakan mereka yang dipulangkan ke Suriah merupakan pengungsi yang tidak terdaftar secara resmi. Amnesty juga menyebut, penelitiannya menunjukkan otoritas setempat membatasi pendaftaran pengungsi Suriah di wilayah perbatasan bagian selatan. Mereka yang tidak terdaftar, tidak akan mendapat akses pada layanan mendasar seperti layanan kesehatan dan pendidikan.
Di bawah kesepakatan Uni Eropa, Turki mulai menampung imigran yang dipulangkan dari Yunani pada 4 April mendatang. Namun belum diketahui jumlah imigran yang akan dikirimkan ke Turki, serta bagaimana dan di mana mereka akan ditampung. Maksud dari kesepakatan ini adalah untuk menutup rute utama yang dilalui jutaan imigran dan pengungsi dari Suriah serta wilayah konflik lainnya, sebelum bergerak ke tujuan akhir Jerman dan Swedia.
(nvc/ita)











































