"Tidak ada yang lain kecuali kehendak Tuhan. Sejauh ini selama 27 tahun, kami telah membangun sejumlah jembatan ... tidak pernah terjadi semacam ini," ucap pejabat eksekutif IVRCL, K Panduranga Rao, seperti dilaporkan CNN IBN, Jumat (1/4/2016).
IVRCL merupakan perusahaan konstruksi berbasis di Hyderabad yang bertanggung jawab atas proyek jalan layang bernama Vivekananda Overpass ini. Proyek jalan layang sepanjang 2 kilometer di Kolkata, Benggala Barat, ini diwarnai serangkaian penundaan dan seharusnya sudah selesai sejak 5 tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Korban Tewas Jalan Layang Ambruk di India Bertambah Jadi 22 Orang
Pihak perusahaan konstruksi jalan layang ini memicu kritikan di media sosial. Beberapa menyebut arsitek dan pejabat eksekutif di balik proyek ini bertanggung jawab dan harus dihukum. Ditambah ada keterangan warga setempat yang menilai pengerjaan proyek ini terkesan terburu-buru.
"Pemerintah ingin menyelesaikan jalan layang itu sebelum pemilu dan para pekerja konstruksi bekerja dengan batas waktu yang mepet ... Mungkin pengerjaan yang terburu-buru memicu insiden ambruk tersebut," sebut warga setempat Ravindra Kumar Gupta seperti dilansir Reuters.
Dalam situsnya, pihak IVRCL menyebut proyek jalan layang ini dibangun untuk Badan Pembangunan Metropolitan Kolkata. Situs itu juga menyebut proyek ini menggunakan struktur baja komposit dan dibangun di area padat penduduk, yang sedikit mempersulit pergerakan alat berat.
Pihak IVRCL juga menyatakan proyeknya menggunakan material berkualitas. "Kami tidak menggunakan material berkualitas rendah dan kami akan bekerja sama dengan penyidik. Kami masih terkejut," tutur Direktur Operasional IVRCL, AGK Murthy.
Baca juga: Jalan Layang Ambruk di India, Dikerjakan Buru-buru Untuk Kejar Pemilu
(nvc/ita)











































