Seperti dilansir CNN, Jumat (1/4/2016), ratusan petugas penyelamat masih menyisir reruntuhan jalan layang untuk mencari kemungkinan korban selamat. Bagian logam dan beton sepanjang 100 meter dari proyek Vivekananda Overpass ini ambruk ke bawah dan menimpa kendaraan-kendaraan serta pejalan kaki.
Awalnya, warga setempat berupaya menyelamatkan korban dengan tangan kosong. Beberapa saat kemudian, personel militer setempat dikerahkan dan peralatan berat mulai digunakan untuk memotong serta memindahkan beton yang menimpa para korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayor Jenderal Anurag Gupta dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional India menyatakan, tidak ada yang tahu berapa lama operasi penyelamatan akan dilakukan. Jumlah korban yang masih tertimpa reruntuhan juga tidak diketahui pasti.
"Kami tidak bisa memprediksi berapa banyak orang yang ada di bawah reruntuhan. Kami tidak bisa memperkirakan karena itu jembatan dan bukan gedung," ucapnya.
Namun Gupta menyebut, sedikitnya 75 orang mengalami luka-luka dalam insiden ini. Sersan Polisi Saurav Benerjee dari kepolisian Kolkata sempat menyebut lebih dari 100 orang masih hilang, namun bukan berarti orang-orang itu terjebak reruntuhan.
Pembangunan jalan layang sepanjang 2 kilometer itu diketahui molor dari batas waktu. Otoritas setempat menargetkan proyek jalan layang itu ditargetkan selesai pada Februari lalu. Secara terpisah, perusahaan IVRCL yang bertanggung jawab atas proyek ini mengaku tak tahu pasti penyebab insiden ini.
"Kami tidak menggunakan material berkualitas rendah dan kami akan bekerja sama dengan penyidik. Kami masih terkejut," tutur Direktur Operasional IVRCL, AGK Murthy, kepada wartawan di kantornya di Hyderabad, seperti dilansir Reuters.
Baca juga: Jalan Layang Ambruk di India, Dikerjakan Buru-buru Untuk Kejar Pemilu
(nvc/ita)











































