"Dalam operasi gabungan FSB (Dinas Keamanan Federal) dan kepolisian setempat, sekitar 20 orang yang dicurigai terkait ISIS ditangkap," demikian disampaikan seorang sumber keamanan Rusia, seperti dikutip kantor berita RIA dan dilansir Reuters, Kamis (31/3/2016).
Penangkapan ini dilakukan dalam operasi gabungan di sejumlah lokasi di Moskow, namun tidak diketahui kapan pelaksanaannya. FSB enggan mengomentari laporan ini, sedangkan kepolisian enggan membahasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilaporkan kantor berita RIA, sebagian besar tersangka yang ditangkap merupakan warga Uzbekistan. Orang-orang itu disebut memiliki dokumen-dokumen palsu, termasuk surat izin mengemudi (SIM) palsu untuk Turki.
Militer Rusia membantu perjuangan militer Suriah dalam memerangi ISIS di wilayahnya. Rusia mengerahkan persenjataan dan dukungan dari udara untuk rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah.
ISIS yang dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh otoritas Rusia, telah mengklaim mendalangi serangkaian serangan teror di negara tersebut, terutama di wilayah Kaukasus.
Dalam insiden terbaru di Dagestan yang ada di wilayah Kaukasus Utara, seorang polisi tewas dan dua orang lainnya luka-luka setelah dua kendaraan yang mereka tumpangi meledak. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu melalui pernyataan yang dirilis kantor berita Amaq yang dikenal mendukung ISIS.
(nvc/ita)











































