Reda Kriket (34) ditangkap di dekat Paris pada minggu lalu. Polisi menggerebek apartemennya dan menemukan senapan, pistol dan bom jenis TATP atau triacetone triperoxide, yang sering digunakan jihadis ISIS. Demikian dilansir AFP, Kamis (31/3/2016).
Jaksa wilayah Francois Molins mengatakan tak ada target spesifik yang teridentifikasi. Namun dari senjata dan bahan peledak yang ditemukan, jaksa menilai tersangka hendak melakukan kekerasan yang cukup hebat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penangkapan Kriket dilakukan 4 bulan setelah serangan jihadis yang menewaskan sekitar 130 orang di Paris. Dia menyewa apartemen di Argenteuil dengan identitas palsu.
Tersangka lainnya yaitu Anis Bahri ditangkap di Rotterdam, Belanda pada hari Minggu lalu. Keduanya diyakini telah melakukan perjalanan ke Suriah pada akhir 2014 atau awal 2015. (dhn/dhn)










































