Hal tersebut disampaikan Ban saat membuka konferensi tingkat menteri yang diadakan badan pengungsi PBB, UNHCR di Jenewa, Swiss.
"Ini membutuhkan peningkatan eksponensial dalam solidaritas global," tegas Ban seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (30/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Filippo Grandi, Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi mengatakan, para pengungsi menghadapi rintangan untuk mendapatkan keamanan.
"Kita harus menemukan cara untuk mengatasi krisis ini dengan cara yang lebih manusiawi, lebih adil dan lebih terorganisir. Ini hanya mungkin jika komunitas internasional bersatu dan sepakat soal bagaimana untuk melangkah maju," tutur Grandi.
Suriah terus dilanda konflik yang telah berlangsung lima tahun. Konflik berkepanjangan itu telah menewaskan setidaknya 250 ribu orang dan menyebabkan hampir 5 juta pengungsi pergi ke luar negeri, khususnya ke negara-negara tetangga Turki, Libanon, Yordania dan Irak.
Grandi pun berkomentar mengenai Eropa yang kini dibanjiri para pengungsi. "Jika Eropa menerima pengungsi dengan persentase yang sama seperti Libanon dibandingkan populasinya, Eropa harusnya telah menerima 100 juta pengungsi," cetus Grandi. (ita/ita)











































