Dari lima ribu tersangka tersebut, sebagian besar tersangka yang diyakini tidak terlibat aksi bom bunuh diri yang didalangi faksi militan Taliban, Jamaat-ur-Ahrar pada 27 Maret lalu, telah dilepaskan. Menteri Provinsi Punjab, Rana Sanaullah menuturkan, penyidik Pakistan hingga kini masih menahan 216 tersangka.
Penangkapan itu dilakukan dalam rangkaian operasi pemberantasan militan yang tengah digencarkan otoritas Pakistan. Operasi itu menargetkan siapa saja yang dicurigai terlibat militan ekstrem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Buru Militan di Balik Bom Lahore, Pakistan Gelar Operasi Khusus
"Jika salah satu dari mereka diyakini bersalah, mereka akan dijerat dakwaan," imbuhnya kepada wartawan di Lahore, ibukota Provinsi Punjab.
Secara terpisah, juru biar militer Pakistan Jenderal Asim Bajwa mengatakan para personel militer dan paramiliter Rangers dikerahkan untuk melakukan penggerebekan di sejumlah lokasi di Provinsi Punjab, yang merupakan provinsi paling kaya dan paling padat di Pakistan.
"Sekarang di wilayah Rawalpindi, Multan dan sejumlah lokasi lainnya, operasi masih berlangsung, badan intelijen dan Rangers serta tentara terus melakukan operasi ini," tutur Bajwa kepada wartawan di Islamabad.
Ditambahkan Sanaullah, sedikitnya 160 penggerebekan telah dilakukan sejak ledakan terjadi pada Minggu (27/3) malam. Penggerebekan itu dilakukan secara gabungan dengan melibatkan kepolisian, unit antiterorisme dan agen intelijen, ditambah pasukan militer dan paramiliter.
"Operasi ini akan melibatkan seluruh aparat penegak hukum," tandasnya.
(nvc/ita)










































