Obama Tolak Undangan Erdogan untuk Resmikan Masjid di AS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 29 Mar 2016 10:37 WIB
Recep Tayyip Erdogan (REUTERS/Kayhan Ozer/Presidential Palace/Handout via Reuters)
Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menolak undangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk ikut dalam peresmian masjid yang didanai Turki di Maryland, AS. Obama juga tidak berencana menemui Erdogan meskipun hadir dalam acara yang sama di Washington.

Masjid di Maryland yang secara resmi dikenal sebagai Pusat Peradaban dan Budaya Turki-Amerika, dibangun dengan dana Turki di bawah pengawasan yayasan keagamaan Turki, Diyanet. Masjid senilai US$ 100 juta ini akan segera dibuka di Lanham, Maryland.

Dilaporkan Wall Street Journal seperti dilansir PressTV, Selasa (29/3/2016), yang mengutip pejabat AS, Obama juga tidak memiliki rencana untuk mengelar pertemuan empat mata dengan Erdogan ketika keduanya sama-sama menghadiri Pertemuan Keamanan Nuklir (NSS) di Washington, pekan ini.

Konvensi NSS yang keempat akan digelar pada Kamis (31/3) di Washington. Obama dijadwalkan memberi penjelasan soal langkah-langkah yang akan diambil untuk memastikan agar material nuklir tidak jatuh ke tangan militan.

NSS akan dihadiri oleh delegasi dari 51 negara, ditambah delegasi Uni Eropa dan juga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Secara terpisah, pejabat pemerintahan senior AS meminta agar keputusan Obama untuk tidak bertemu Erdogan itu tidak dilihat sebagai kesengajaan, mengingat kedua pemimpin negara itu telah bertemu pada November tahun lalu dalam pertemuan G20 di Turki dan berbicara via telepon pada Februari.

"Presiden melakukan komunikasi rutin dengan beberapa pemimpin dunia lainnya. Mengenai NSS, tidak ada jadwal (bilateral) yang kuat, jadi bukan berarti Erdogan diasingkan," ujar pejabat senior yang enggan disebut namanya tersebut.

Laporan terbaru ini dianggap menggambarkan kekhawatiran AS soal operasi pemberantasan Turki terhadap warga Kurdi yang bertempur melawan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah. Turki menyerang posisi-posisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di Suriah dalam beberapa bulan terakhir, karena YPG dituding terkait dengan kelompok militan Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Turki.

(nvc/ita)