Insiden di Gedung Capitol AS Murni Kriminal, Tak Terkait Terorisme

Insiden di Gedung Capitol AS Murni Kriminal, Tak Terkait Terorisme

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 29 Mar 2016 09:40 WIB
Insiden di Gedung Capitol AS Murni Kriminal, Tak Terkait Terorisme
Polisi mengawal ketat gedung Capitol di Washington DC (REUTERS/Joshua Roberts)
Washington DC - Kepolisian Amerika Serikat menyatakan insiden penodongan pistol oleh seorang pria kepada polisi di kompleks Gedung Capitol, Washington DC murni tindak kriminal. Pelaku yang menodongkan pistol ternyata pernah ditangkap polisi sebelumnya.

Dilaporkan media AS Wall Street Journal seperti dilansir Reuters, Selasa (29/3/2016), kepolisian setempat mengidentifikasi pelaku sebagai Larry Dawson dari Tennessee. Kepala Kepolisian Capitol, Matthew Verderosa, dalam konferensi pers menyatakan pelaku yang luka-luka terkena tembakan polisi kini dirawat di rumah sakit setempat dalam kondisi kritis.

Seorang wanita yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, sebut Verderosa, mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit setempat. Verderosa menyatakan, tidak ada personel kepolisian yang mengalami luka-luka dalam insiden ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Pelaku Penembakan di Gedung Capitol Tepergok Saat Lewati Pemeriksaan

Lebih lanjut, Verderosa menyebut, pelaku tidak asing bagi Kepolisian Capitol. Verderosa meyakini insiden ini hanya kriminal biasa. Pelaku menodongkan pistol ke polisi saat menjalani pemeriksaan, sehingga memicu langkah tegas polisi.

"Berdasarkan penyelidikan awal, kami meyakini aksi ini aksi tunggal oleh seseorang yang sering masuk ke kompleks Capitol sebelumnya. Tidak ada alasan untuk meyakini insiden ini lebih dari sebuah aksi kriminal," sebut Verderosa.

Ditambahkan Wall Street Journal yang mengutip pejabat penegak hukum setempat, senjata yang digunakan pelaku merupakan pellet gun, bukan senjata api sungguhan. Dalam insiden ini, Dawson dijerat dakwaan penyerangan dengan senjata mematikan dan dakwaan menyerang polisi.

Dilaporkan media AS lainnya, The Washington Post, pada Oktober tahun lalu Dawson (66) ditangkap polisi setelah mengganggu sidang House of Representatives, setara DPR, yang berlangsung di Gedung Capitol. Menurut polisi, saat itu Dawson berteriak menyebut dirinya sebagai 'Nabi Tuhan'. The Washington Post menyebut, seorang hakim setempat memerintahkan Dawson untuk menjauh dari kompleks Capitol yang merupakan Gedung Kongres AS.

Secara terpisah, seorang pejabat pemerintahan AS lainnya menyebut tidak ada bukti kuat yang mengkaitkan insiden ini dengan terorisme. Saat insiden ini terjadi, anggota Senat dan DPR AS tengah dalam masa reses dan hanya ada beberapa anggota parlemen di dalam Capitol.

(nvc/ita)


Berita Terkait