Juru bicara militer Pakistan, Jenderal Asim Bajwa menuturkan badan intelijen, militer dan paramiliter Rangers telah melakukan sejumlah penggerebekan di wilayah Punjab usai ledakan tersebut. Lahore merupakan ibukota Provinsi Punjab, provinsi paling kaya dan paling padat penduduknya di Pakistan.
"Sejumlah tersangka teroris dan pendukungnya ditangkap dan sejumlah besar senjata serta amunisi ditemukan," sebut Bajwa melalui akun Twitter-nya tanpa memberi penjelasan lebih lanjut, seperti dilansir Reuters, Senin (28/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Paus Fransiskus Kecam Bom Lahore, Minta Pakistan Lindungi Warga Minoritas
Operasi khusus ini digelar setelah pemerintahan sipil Pakistan mengabulkan wewenang khusus untuk militer Pakistan demi memerangi militan radikal. Wewenang yang sama didapatkan paramiliter Rangers di wilayah Karachi selama 2 tahun terakhir.
"Dasar-dasar teknisnya masih dikerjakan. Ada sejumlah isu hukum dengan melibatkan Rangers, tapi militer dan pemerintah berada di posisi yang sama," ucap pejabat yang enggan disebut namanya itu kepada Reuters.
Pejabat itu tidak berwenang mengungkapkan rincian rencana operasi khusus ini. Namun satu pejabat militer dan dua pejabat pemerintah Pakistan lainnya mengkonfirmasi informasi tersebut.
Faksi militan Taliban Pakistan, Jamaat-ur-Ahrar, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri. Mereka juga mengklaim menargetkan warga Kristen yang banyak menghabiskan liburan Paskah di taman tersebut.
(nvc/nwk)











































