"Pakistan berdarah oleh serangan mengerikan yang menewaskan banyak orang tak bersalah, sebagian besar keluarga minoritas Kristen," sebut Paus Fransiskus dalam pernyataan di hadapan jemaatnya di St Peter's Square, Vatikan, seperti dilansir Reuters, Senin (28/3/2016),
Berbicara dari jendela Apostolic Palace di Vatikan, Paus menyebut serangan bom di taman Lahore yang ramai sebagai kejahatan keji dan tidak beralasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Lahore Pakistan Bertambah Jadi 72 Orang
Paus Fransiskus yang merupakan pemimpin dari 1,2 miliar penganut Katolik Roma di dunia ini menyatakan, dirinya mendoakan para korban serangan teror semacam itu. "Tuhan akan menghentikan tangan orang-orang yang bengis yang menebar teror dan kematian," ucapnya.
Sejauh ini korban tewas dalam ledakan bom bunuh diri yang mengguncang taman Gulshan-e-Iqbal mencapai 72 orang dan sekitar 340 orang lainnya luka-luka. Sumber dari kalangan otoritas keamanan Pakistan menyebut pelaku bom bunuh diri seorang pria berusia 22 tahun, bernama M Yousef dari Muzaffargarh.
Secara terpisah, aksi kelompok Taliban Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu dan menyatakan sengaja menargetkan warga Kristen yang memenuhi taman itu saat libur Paskah. Pakistan yang merupakan negara muslim ini memiliki lebih dari 2 juta warga penganut Kristen.
(nvc/nwk)











































