"Empat pasien tewas di rumah sakit. Tim medis telah berusaha sebaik mungkin (untuk menyelamatkan korban). Total korban (tewas): 35 orang. Ketabahan untuk seluruh keluarga korban," tutur Menteri Kesehatan Belgia, Maggie De Block, seperti dilansir Reuters, Senin (28/3/2016).
Jumlah orang yang tewas itu termasuk tiga pelaku bom bunuh diri dalam serangan teror pada 22 Maret lalu. Lebih dari 300 orang lainnya luka-luka akibat serangan teror yang melanda dua lokasi terpisah, yakni bandara Brussels dan stasiun kereta Maelbeek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, pusat krisis Belgia menyebut sejauh ini sudah 28 korban tewas yang berhasil diidentifikasi. Sebanyak 15 korban di antaranya tewas akibat dua ledakan di bandara Brussels, pada 22 Maret lalu. Dari jumlah itu, sebanyak 6 korban diketahui merupakan warga negara Belgia sedangkan 9 korban lainnya merupakan warga negara asing.
Sedangkan 13 korban lainnya tewas akibat ledakan bom di stasiun kereta bawah tanah Maelbeek. Mereka terdiri atas 10 warga negara Belgia dan tiga warga negara asing.
Tidak dijelaskan lebih lanjut asal kewarganegaraan korban tewas yang sudah berhasil teridentifikasi. Namun otoritas Belgia sebelumnya menyebut para korban tewas berasal dari 40 negara, termasuk Inggris, China, Belanda, Prancis, Jerman, Italia, Swedia dan Amerika Serikat.
Tiga ledakan terpisah di Brussels didalangi oleh tiga pelaku yang diidentifikasi sebagai Ibrahim El Bakraoui, Najim Laachraoui dan Khalid El Bakraoui. Para tersangka diyakini terkait dengan jaringan teroris yang mendalangi teror Paris pada November tahun lalu.
Baca juga: Gagal Lacak Pelaku Bom Brussels, Polisi Belgia Dituding Blunder
(nvc/ita)










































