Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Lahore Pakistan Bertambah Jadi 72 Orang

Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Lahore Pakistan Bertambah Jadi 72 Orang

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Mar 2016 16:39 WIB
Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Lahore Pakistan Bertambah Jadi 72 Orang
Korban ledakan bom bunuh diri di Lahore (REUTERS/Mohsin Raza)
Islamabad - Otoritas Pakistan menyebut korban tewas akibat ledakan bom bunuh diri di Lahore bertambah menjadi 72 orang. Taliban yang mengklaim serangan ini menyebut targetnya warga Kristen, namun warga Pakistan tak sepakat.

"Ini bukan serangan terhadap warga Kristen, semua orang menjadi korban, ada banyak warga muslim yang juga menjadi korban, semua orang pergi ke taman untuk bersantai. Ini serangan terhadap semua orang," ucap salah satu warga setempat, Arif Gill (53), kepada AFP, Senin (28/3/2016).

Otoritas setempat menyebut korban tewas bertambah menjadi 72 orang, yang sebagian besar wanita dan anak-anak. Ledakan ini dilaporkan terjadi di dekat tempat ayunan di taman Gulshan-e-Iqbal yang banyak digunakan anak-anak. Secara terpisah, petugas penyelamat di Lahore menyebut jumlah korban luka menjadi 340 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Pernah Jadi Korban Taliban, Penerima Nobel Malala Kecam Bom Lahore

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengecam keras ledakan yang terjadi pada Minggu (27/3) waktu setempat. "Menyampaikan duka cita atas hilangnya nyawa-nyawa tidak bersalah," ucapnya.

Salah seorang warga mengaku melihat jasad korban terlempar ke udara saat ledakan terjadi. "Ketika ledakan terjadi, kobaran apinya sangat tinggi hingga mencapai di atas beberapa pohon dan saya melihat sejumlah jasad korban beterbangan di udara," tutur warga setempat, Hassan Imran (30).

Seorang warga lainnya, Javed Ali (35) yang tinggal di dekat lokasi ledakan menyebutkan adanya temuan potongan tubuh manusia di rumahnya. "Setelah 10 menit saya pergi keluar. Ada potongan tubuh manusia di dinding rumah kami. Orang-orang menangis," ucapnya.

Faksi kelompok Taliban Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu dan menyatakan sengaja menargetkan warga Kristen yang memenuhi taman itu saat libur Paskah.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini