"Ini bukan serangan terhadap warga Kristen, semua orang menjadi korban, ada banyak warga muslim yang juga menjadi korban, semua orang pergi ke taman untuk bersantai. Ini serangan terhadap semua orang," ucap salah satu warga setempat, Arif Gill (53), kepada AFP, Senin (28/3/2016).
Otoritas setempat menyebut korban tewas bertambah menjadi 72 orang, yang sebagian besar wanita dan anak-anak. Ledakan ini dilaporkan terjadi di dekat tempat ayunan di taman Gulshan-e-Iqbal yang banyak digunakan anak-anak. Secara terpisah, petugas penyelamat di Lahore menyebut jumlah korban luka menjadi 340 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengecam keras ledakan yang terjadi pada Minggu (27/3) waktu setempat. "Menyampaikan duka cita atas hilangnya nyawa-nyawa tidak bersalah," ucapnya.
Salah seorang warga mengaku melihat jasad korban terlempar ke udara saat ledakan terjadi. "Ketika ledakan terjadi, kobaran apinya sangat tinggi hingga mencapai di atas beberapa pohon dan saya melihat sejumlah jasad korban beterbangan di udara," tutur warga setempat, Hassan Imran (30).
Seorang warga lainnya, Javed Ali (35) yang tinggal di dekat lokasi ledakan menyebutkan adanya temuan potongan tubuh manusia di rumahnya. "Setelah 10 menit saya pergi keluar. Ada potongan tubuh manusia di dinding rumah kami. Orang-orang menangis," ucapnya.
Faksi kelompok Taliban Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu dan menyatakan sengaja menargetkan warga Kristen yang memenuhi taman itu saat libur Paskah.
(nvc/ita)










































