Pernah Jadi Korban Taliban, Penerima Nobel Malala Kecam Bom Lahore

Pernah Jadi Korban Taliban, Penerima Nobel Malala Kecam Bom Lahore

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Mar 2016 15:25 WIB
Pernah Jadi Korban Taliban, Penerima Nobel Malala Kecam Bom Lahore
Malala Yousafzai -- tengah (Jamal Saidi/REUTERS)
Islamabad - Penerima Nobel asal Pakistan, Malala Yousafzai, mengecam keras ledakan bom bunuh diri di Lahore yang diklaim oleh faksi militan Taliban. Malala yang pernah menjadi korban kekejaman Taliban ini mendoakan para korban.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir media setempat dunyanews.tv, Senin (28/3/2016), Malala menyebut setiap kehidupan sangat berharga dan harus dilindungi. Dia menyerukan agar Pakistan dan dunia bersatu melawan kekerasan semacam ini.

"Saya merasa hancur dengan adanya pembunuhan keji orang-orang tak berdosa di Lahore. Hati saya tertuju pada para korban dan keluarga serta rekan mereka," ucap Malala dalam pernyataannya yang disampaikan melalui akun Twitter @MalalaFund, pada Minggu (27/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mengecam keras serangan ini. Kita semua berdiri bersama keluarga korban. Pakistan dan dunia harus bersatu," tegasnya.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Tewaskan 65 Orang, Pakistan Umumkan Masa Berkabung 3 Hari

Pada tahun 2012 lalu, Malala menjadi korban kebrutalan Taliban, ketika seorang militan menembaknya dari jarak dekat hingga membuatnya kritis di rumah sakit. Beruntung Malala berhasil selamat setelah menjalani serangkaian perawatan medis di Inggris.

"Setiap kehidupan sangat berharga dan harus dihormati serta dilindungi," imbuh Malala yang kini menjadi pejuang pendidikan untuk perempuan.

Sejak saat itu, Malala menjadi simbol perjuangan pendidikan untuk anak perempuan. Dia terus berkampanye hingga akhirnya meraih Nobel Perdamaian tahun 2014. Malala merupakan peraih Nobel Perdamaian termuda sepanjang sejarah dan warga Pakistan pertama yang mendapatkan hadiah prestisius itu.

Sejauh ini dilaporkan 65 orang tewas dan 300 orang lainnya luka-luka akibat ledakan bom bunuh diri di taman Lahore pada Minggu (27/3). Faksi kelompok Taliban Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu dan mengklaim sengaja menargetkan warga Kristen yang memenuhi taman itu saat libur Paskah.

Baca juga: Pengebom Bunuh Diri di Lahore Pakistan Bernama M Yousaf

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads