Bom Bunuh Diri Tewaskan 65 Orang, Pakistan Umumkan Masa Berkabung 3 Hari

Bom Bunuh Diri Tewaskan 65 Orang, Pakistan Umumkan Masa Berkabung 3 Hari

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Mar 2016 14:32 WIB
Bom Bunuh Diri Tewaskan 65 Orang, Pakistan Umumkan Masa Berkabung 3 Hari
Petugas mengevakuasi korban ledakan bom bunuh diri di Lahore (REUTERS/Mohsin Raza)
Islamabad - Otoritas wilayah Punjab, Pakistan mengumumkan masa berkabung selama 3 hari usai ledakan bom bunuh diri yang menewaskan 65 orang. Ledakan itu mengguncang taman yang ramai pengunjung di wilayah Lahore yang merupakan ibukota Provinsi Punjab.

Seperti dilansir media Pakistan, dunyanews.tv, Senin (28/3/2016), Kepala Menteri Punjab, Shehbaz Sharif menyampaikan bela sungkawa dan solidaritas mendalam untuk keluarga korban. Otoritas Punjab meminta seluruh gedung pemerintah mengibarkan bendera setengah tiang selama masa berkabung.

Sharif memerintahkan penanganan terbaik untuk seluruh korban, terutama korban luka. Sejauh ini, sedikitnya 300 orang mengalami luka-luka akibat ledakan bom bunuh diri yang mengguncang taman Gulshan-e-Iqbal pada Minggu (27/3) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seluruh dokter dikerahkan dan seluruh rumah sakit dikerahkan untuk merawat korban luka," ucap penasihat kesehatan wilayah Punjab, Khwaja Salman Rafique.

Baca juga: Pengebom Bunuh Diri di Lahore Pakistan Bernama M Yousaf

Secara terpisah, otoritas Lahore mengumumkan bahwa seluruh pasar dan pusat perbelanjaan di wilayahnya akan tetap tutup sepanjang Senin (28/3), untuk menunjukkan penghormatan kepada korban dan keluarganya.

Sedangkan juru bicara Federasi Sekolah Swasta Seluruh Pakistan, menyatakan sekolah-sekolah swasta di Pakistan akan ditutup hingga Senin (28/3). Keputusan itu diambil sebagai bentuk solidaritas untuk orang-orang yang kehilangan keluarga tercinta mereka dalam insiden tragis tersebut.

Wilayah lain Pakistan, yakni Provinsi Sindh dan Khyber Pakhtunkhwa juga mengumumkan masa berkabung selama satu hari usai ledakan ini.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini