Ledakan terjadi di area parkir taman Gulshan-e-Iqbal yang dekat dengan taman bermain anak-anak. Taman tersebut menjadi lokasi favorit warga Kristen di Lahore untuk berkumpul. Ledakan bom bunuh diri itu mengenai warga yang tengah menghabiskan liburan Paskah mereka bersama-sama.
Ledakan bom bunuh diri yang diklaim oleh faksi Taliban itu memicu kekacauan luar biasa. Seperti dilansir Reuters, Senin (28/3/2016), sejumlah saksi mata mengaku melihat sejumlah potongan tubuh korban tersebar di lokasi ledakan pada Minggu (27/3) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bom Bunuh Diri Tewaskan 65 Orang, Pakistan Buru Militan Taliban
Sejauh ini, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 65 orang dan sekitar 300 orang lainnya luka-luka. Inspektur Kepolisian setempat, Mustansar Feroz menyebut sebagian besar korban tewas merupakan wanita dan anak-anak.
Tayangan televisi setempat menunjukkan betapa banyaknya wanita dan anak-anak yang berlumuran darah di lokasi kejadian. Beberapa dari mereka bahkan terpaksa dievakuasi dengan taksi maupun bajaj karena kekurangan ambulans.
Ratusan warga mendatangi rumah sakit untuk mendonorkan darah mereka, demi membantu para korban. Beberapa televisi setempat melaporkan sejumlah jasad korban tewas diletakkan di bangsal rumah sakit, karena kamar mayat tak mampu menampung jasad korban lainnya.
"Kami ada di sini untuk menikmati malam yang indah dan menikmati cuaca," ucap warga setempat lainnya, Nasreen Bibi, yang tengah menunggu dokter untuk memeriksa kondisi putrinya yang berusia 2 tahun yang luka-luka akibat ledakan itu.
"Semoga Tuhan membalas para pelaku. Orang macam apa yang menargetkan anak-anak kecil di taman?" imbuhnya.
Baca juga: Pemimpin Dunia Kutuk Serangan Bom di Lahore Pakistan yang Tewaskan 65 Orang
(nvc/ita)











































