"Kami dapat mengkonfirmasi mengenai kematian tambahan dua orang warga AS di Brussels. Dan kami menyampaikan belasungkawa mendalam kepada mereka yang dicintai," kata salah seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS seperti dilansir dari AFP, Senin (28/3/2016).
Diberitakan sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyampaikan belasungkawa terkait bom di Kota Brussels. Dia menyatakan 2 orang warga AS turut menjadi korban dari aksi terorisme tersebut.
"AS berdoa dan turut menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan, termasuk warga AS dan untuk yang terluka dalam serangan tersebut," kata Kerry usai melaksanakan pertemuan dengan Perdana Menteri Belgia, Charles Michel, Menlu Didier Reynders dan kepala badan eksekutif Uni Eropa yang berbasis di Brussels, Jean Claude Juncker, seperti dilansir Reuters, Jumat (24/3/2016).
Walupun begitu, pemerintah AS menolak untuk mempublikasikan nama-nama warganya yang tewas hingga keluarga korban diberitahu.
Kerry juga menepis kritik atas kegagalan Belgia melacak militan Negara Islam tersebut sebelum serangan terjadi. Hal itu dianggap sebagai tendensi untuk terlalu cepat menyimpulkan sesuatu. Namun dia mengatakan bahwa selalu ada ruang untuk meningkatkan kerja sama antiterorisme antar negara-negara Uni Eropa. (yds/hri)











































