AFP memberitakan kabar ini, Minggu (27/3/2016), setelah mendapat kepastian dari perusahaan tempat Justin bekerja. Keluarga korban juga sudah mendapat informasi tersebut. Saat kejadian, keduanya sedang berada di Bandara.
"Kami mendapat informasi hari ini, bahwa Justin dan Stephanie Shults tewas dalam bom di bandara Brussels," tulis Clarcor, perusahaan tempat Justin bekerja dalam situs resminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutton menyebut adiknya sebagai sosok yang baik, sementara Stephanie disebut sebagai pribadi yang selalu bahagia. "Dunia baru saja kehilangan dua orang yang luar biasa. Ini tidak adil," tambahnya.
Pasangan Justin dan Stephanie tinggal di Brussels sejak tahun 2014. Keduanya adalah akuntan.
Tiga ledakan di Brussels, sedikitnya membunuh 31 orang dan sekitar 300 orang lainnya luka-luka. Dari jumlah tersebut, sekitar 61 korban luka kini kritis di rumah sakit setempat.
Menteri Luar Negeri Belgia, Didier Reynders, menyebut orang-orang dari 40 negara menjadi korban tewas dan korban luka. Disebutkan Reynders, para korban diidentifikasi berasal dari Peru, Inggris, Kolombia, Ekuador, Prancis, Jerman, Hungaria, Portugal, Rumania, Spanyol dan Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengkonfirmasi tiga warga negara Indonesia menjadi korban luka akibat ledakan bandara Brussels. Ketiga WNI yang menjadi korban dalam ledakan itu adalah Meilissa Aster Ilona beserta dua anaknya, Lucie Vansilliette, dan Philippe Vansilliette. Ketiganya masih mendapat perawatan. (mad/fdn)











































