Klaim soal kemarahan Suu Kyi itu disampaikan Peter Popham yang merupakan jurnalis surat kabar Inggris, The Independent dan juga penulis buku 'The Lady and The Generals -- Aung San Suu Kyi and Burma's Struggle for Freedom'. Pernyataan Suu Kyi itu disampaikan saat off air atau tidak terekam kamera.
"Tidak ada yang memberitahu saya, saya akan diwawancara oleh seorang muslim," ucap Suu Kyi saat diwawancara wartawan BBC keturunan Inggris-Pakistan, Mishal Husain, pada Oktober 2013, seperti ditirukan Popham dan dilansir AFP, Sabtu (26/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Suu Kyi bersikeras kekerasan terhadap etnis Rohingya bukanlah pembersihan etnis seperti ditudingkan banyak pihak. "Warga muslim banyak menjadi target, tapi warga Buddha juga menjadi korban kekerasan. Ada ketakutan dari kedua pihak," tutur Suu Kyi saat itu.
Klaim Popham ini disampaikan dalam salah satu artikel The Independent yang dipublikasi secara online pada Jumat (25/3) waktu setempat. Dalam artikelnya, Popham mengklaim informasi ini disampaikan oleh seorang sumber yang bisa dipercaya dan bisa dipertanggungjawabkan.
Juru bicara televisi Inggris BBC menolak mengomentari hal ini. Selama ini, Suu Kyi menuai kritikan dunia internasional karena tidak mengambil posisi tegas dalam situasi sulit etnis Rohingya.
(nvc/tor)











































