Mason Wells (19) yang seorang misionaris Mormon asal Utah, AS ini berdiri di dalam antrean loket check-in maskapai Delta Airlines di terminal keberangkatan bandara Brussels, ketika ledakan pertama terjadi pada 22 Maret lalu. Ledakan itu, menurut Wells, terjadi hanya berjarak beberapa meter dari dirinya.
"Tubuh saya terangkat dari lantai. Sepatu sebelah kiri hancur dan sebagian besar dari tubuh bagian kanan terasa sangat panas dan kemudian terasa dingin dan saya berlumuran darah, banyak darah yang bukan berasal dari saya," tutur Wells kepada media AS, CNN dan dilansir AFP, Sabtu (26/3/2016).
Insiden ini bukan pertama kalinya Wells berada di dekat teror. Sekitar 3 tahun lalu, Wells lolos dari ledakan bom yang mengguncang event Boston Marathon. Dia sempat berdiri di garis finish yang menjadi lokasi dua ledakan bom yang menewaskan 3 orang dan melukai lebih dari 250 orang lainnya.
Pada November tahun lalu, Wells sedang berada di Prancis ketika sekelompok teroris menyerang dan meledakkan diri di gedung konser, stadion dan sejumlah restoran di Paris. Serangan teror Paris itu menewaskan 130 orang dan melukai ratusan orang lainnya.
Baca juga: Terluka di Brussels, Pemuda AS Juga Ada di Lokasi Teror Paris dan Boston
Wells menyebut dirinya beruntung bisa masih hidup meskipun mengalami luka parah, termasuk luka serpihan logam, otot tumit yang putus serta luka bakar tingkat 2-3 di tangan dan wajah. Berbicara dari ranjang rumah sakit dengan wajah tertutup perban, Wells menyebut dirinya berusaha berlari ke pintu keluar ketika ledakan kedua terjadi.
"Saya merasakan ledakan di sebelah kanan saya, saya bisa merasakan hembusannya," ucapnya.
Wells mengaku masih berusaha memahami bagaimana bisa dirinya berada sangat dekat dengan tiga serangan teror berbeda. "Saya tidak tahu mengapa saya berada di tempat-tempat itu. Saya yakin rencana Tuhan jauh lebih besar dari yang kita bayangkan," imbuhnya kepada ABC News.
Saat kejadian, Wells tengah menemani rekan sesama misionaris asal Prancis, Fanny Clain (20), yang hendak ditugaskan ke Ohio. Wells ditemani dua rekannya, Richard Norby (66) dan Joseph Empey (20) yang juga dari Utah. Ketiganya juga luka parah sama seperti Wells.
Baca juga: Tersangka Teror Paris Salah Abdeslam Bungkam Usai Bom Brussels
(nvc/tor)











































