Disampaikan kantor jaksa federal Belgia, seperti dilansir Reuters, Sabtu (26/3/2016), penangkapan itu merupakan bagian dari operasi antiterorisme terkait serangan teror Paris tahun lalu. Kelompok yang mendalangi teror Paris itu dicurigai merencanakan serangan baru yang digagalkan polisi Prancis di Paris, pada Kamis (24/3).
Sejauh ini, total ada 9 orang yang ditahan di Belgia sejak Kamis (24/3) dan dua orang ditahan di Jerman, yang diyakini terkait ledakan Brussels dan teror Paris. Otoritas Belgia sebelumnya mengumumkan penahanan 6 orang dalam penggerebekan di dekat kota Jette.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum penangkapan dilakukan, tim kepolisian dan tentara bersenjata lengkap mengepung sebuah kawasan di Schaerbeek, Brussels bagian utara. Tiga suara ledakan terdengar dari lokasi tersebut, yang kemudian dikonfirmasi walikota setempat, Bernard Clerfayt, sebagai ledakan yang dikontrol untuk mengamankan bom yang ditemukan.
Televisi Belgia, RTBF, yang mengutip Clerfayt menyebut salah satu tersangka ditangkap setelah luka-luka terkena tembakan. Tersangka itu diyakini kuat terkait ledakan bom bunuh diri di Brussels.
Sejumlah saksi mata menyebut polisi terlihat menembak seorang pria di bagian kaki, di lokasi dekat pemberhentian tram. "Kami mendengar 'Jangan bergerak'. Pria itu duduk di halte bus, halte bus dengan dinding kaca, dan kami mendengar suara ledakan kecil dan ledakan besar," sebut Norman Kabir (38) yang tinggal di dekat lokasi penangkapan.
Baca juga: Dua Bersaudara Pelaku Ledakan Brussels Masuk Daftar Teroris Incaran AS
Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan bom bunuh diri di bandara Brussels dan satu ledakan bom bunuh diri di stasiun metro Maelbeek. Penyidik Belgia meyakini ledakan Brussels didalangi oleh sel teroris yang sama dengan yang mendalangi serangan teror Paris pada November tahun lalu.
(nvc/dnu)











































