Dilansir AFP, Jumat (15/3/2016), laporan tersebut menyebutkan bahwa sumber dari pihak resmi AS mengatakan, Ibrahim dan Khalid El Bakraoui masuk ke dalam daftar 'ancaman teror potensial' dalam basis data AS. Namun mereka tidak menjelaskan secara rinci di basis data AS manakah kedua bersaudara itu terdaftar.
Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS yang bertanggung jawab terhadap ancaman ekstremis belum memberikan tanggapan terkait informasi yang diterima AFP.
Tiga pelaku yang telah diidentifikasi oleh jaksa Belgia ialah Ibrahim El Bakraoui (30), Khalid El Bakraoui (27), dan Najim Laachraoui (25). Ibrahim dan Khalid yang sama-sama warga Belgia, merupakan kakak-beradik yang pernah terlibat kasus perampokan beberapa tahun lalu.
Sedangkan Laachraoui disebut-sebut terkait langsung dengan tersangka kunci teror Paris, Salah Abdeslam, yang baru-baru ini ditangkap di Brussels. Jejak DNA Laachraoui juga ditemukan pada peledak yang digunakan para pelaku teror Paris pada November tahun lalu. (rii/dnu)











































