Dilansir AFP, Jumat (15/3/2016), laporan tersebut menyebutkan bahwa sumber dari pihak resmi AS mengatakan, Ibrahim dan Khalid El Bakraoui masuk ke dalam daftar 'ancaman teror potensial' dalam basis data AS. Namun mereka tidak menjelaskan secara rinci di basis data AS manakah kedua bersaudara itu terdaftar.
Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS yang bertanggung jawab terhadap ancaman ekstremis belum memberikan tanggapan terkait informasi yang diterima AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Laachraoui disebut-sebut terkait langsung dengan tersangka kunci teror Paris, Salah Abdeslam, yang baru-baru ini ditangkap di Brussels. Jejak DNA Laachraoui juga ditemukan pada peledak yang digunakan para pelaku teror Paris pada November tahun lalu. (rii/dnu)











































