"AS berdoa dan turut menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan, termasuk warga AS dan untuk yang terluka dalam serangan tersebut," kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry usai melaksanakan pertemuan dengan Perdana Menteri Belgia, Charles Michel, Menlu Didier Reynders dan kepala badan eksekutif Uni Eropa yang berbasis di Brussels, Jean Claude Juncker, seperti dilansir Reuters, Jumat (24/3/2016).
Walupun begitu, pemerintah AS menolak untuk mempublikasikan nama-nama warganya yang tewas hingga keluarga korban diberitahu.
Kerry juga menepis kritik atas kegagalan Belgia melacak militan Negara Islam tersebut sebelum serangan terjadi. Hal itu dianggap sebagai tendensi untuk terlalu cepat menyimpulkan sesuatu. Namun dia mengatakan bahwa selalu ada ruang untuk meningkatkan kerjasama antiterorisme antar negara-negara Uni Eropa .
"Kami akan terus memberikan bantuan yang diperlukan dalam menyelidiki perbuatan keji ini, dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan," kata Kerry .
"Kami secara khusus akan bekerja sama untuk membantu dalam koordinasi arus informasi," sambungnya.
Dia menambahkan, Uni Eropa telah bekerja keras sepanjang tahun lalu untuk saling tukar informasi mengenai terorisme. "Selalu ada ruang untuk melakukan koordinasi tambahan," jelasnya.
Belgia mendapatkan kritik internasional atas kegagalan keamanan yang menyebabkan terjadinya ledakan mematikan di bandara dan stasiun kereta api. 31 Orang tewas dan melukai 270 jiwa lainnya.
(rii/dnu)











































