Diberitakan New York Times, Jumat (25/3/2016), Abdeslam merupakan tokoh penting dalam serangan di Paris pada 13 November 2015 lalu dan juga diduga mengetahui rencana pengeboman di Brussels.
Abdeslam ditangkap minggu lalu dalam sebuah penyergapan di Brussels. Dari pernyataan pengacara Abdeslam, tokoh kunci aksi teror di Eropa ini meminta untuk dibawa ke Prancis. "Dia bernilai emas," ujar pengacaranya usai penangkapan Abdeslam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Abdeslam dianggap tidak memberikan informasi apapun kepada pihak keamanan saat dirinya ditahan dan diinterogasi oleh pihak penyidik keamanan.
Sementara itu, Para pejabat Perancis mengatakan ekstradisi Abdeslam kemungkinan akan dilakukan, meski tidak dapat memberikan waktu pasti kapan rencana itu akan dijalankan. Pengamat lainnya menilai Abdeslam dapat menjadi saksi yang baik sehingga harus diperlakukan secara hati-hati.
"Apakah dia akan bekerja sama?" kata mantan pejabat polisi antiteror Jacques Poinas,.
"Apakah dia benar-benar memiliki banyak pengetahuan tentang sel lainnya? Apakah perannya penting?" tanya Poinas. (tfq/bag)











































